FE Unimed Sandingkan Galeri Investasi BEI Dengan Lab Pasar Modal

Launching Galeri Investasi BEI FE Unimed secara online, Selasa (20/10). (Ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE Unimed) menyandingkan galeri investasi Bursa Efek Indonesi (BEI) dengan laboratorium pasar modal untuk mendekatkan masyarakat mengenal investasi saham sekaligus tetap mengedepankan fungsi edukasi.

Hal itu disampaikan Dekan FE Unimed Prof. Indra Maipita saat memberi sambutan pada launching Galeri Investasi BEI FE Unimed secara online, Selasa (20/10). “Ini konsepnya memang beda dengan tempat lain. Karena di FE ini kita menyandingkan galeri investasi BEI dengan laboratorium pasar modal,” kata Prof Indra.

“Kita tahu sebenarnya galeri investasi itu selain mendekatkan masyarakat untuk transaksi saham juga punya fungsi sosialisasi dan edukasi. Tapi di FE kita ingin fungsi edukasinya tetap berjalan maksimal sehingga laboratorium pasar modal yang berdampingan dengan galeri investasi membuat semua tujuan berfungsi maksimal,” jelasnya.

Dia mengatakan bagi yang ingin bertransaksi langsung tentu bisa mengakses galeri investasi BEI termasuk para dosen dan mahasiswa. “Tapi kalau untuk edukasi dulu, di laboratorium pasar modal pun kita sediakan. Jadi belajar dulu, memahami seluk beluk bursa. Dasarnya sudah kuat baru kemudian ketika masuk ke galeri investasi sudah punya pengetahuan lebih baik,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom yang mengharapkan galeri investasi itu akan berfungsi maksimal. Dia juga berterimakasih kepada BEI dan Indo Premier Sekuritas agar Kerjasama ini bermanfaat bagi semua pihak.

iklan

“Kita berharap ke depan dengan hadirnya galeri investasi BEI akan menjadi salah satu moment munculnya bibit investor-investor lokal dengan tingkat edukasi lebih tinggi,” jelasnya.

Syamsul Gultom berharap semua fasilitas yang tersedia di galeri investasi difungsikan maksimal. “Harus dimanfaatkan dengan baik. Kepada mahasiswa juga dosen tentu ini menjadi ruang pembelajaran yang langsung praktik. Terlibat langsung dalam proses transaksi sehingga akan muncul persepsi baru terhadap pasar modal.”

Bisa saja selama ini mungkin mahasiswa, dosen dan masyarakat belum melek pasar modal. “Hadirnya galeri investasi menjadi pembuka wacana seperti apa sebenarnya bertransaksi di sana bahkan kemudian bisa menjadi sumber penghasilan dari uang yang diinvestasikan,” tuturnya.

Dalam peresmian galeri investasi FE Unimed oleh Bursa Efek Indonesia dan disupport PT Indo Premier Sekuritas secara online turut memberi sambutan Alex Widi Kristiono, direktur PT Indo Premier Sekuritas, I Gede Nyoman Yetna, direktur penilaian perusahaan PT BEI, serta Antonius Ginting, direktur pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sumbagut.

Selain mereka hadir juga Wakil Dekan I FE Unimed Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, Wakil Dekan II Dr. Azizul Kholis dan Wakil Dekan III Drs. Johson, M.Si. Dalam kesempatan tersebut juga dikukuhkan mahasiswa kelompok studi pasar modal Unimed.

Usai pembukaan galeri investasi, dilanjutkan dengan seminar pasar modal bertema cerdas investasi di masa pandemi covid-19 menghadirkan narasumber Risca Bernadetta, dari OJK, M Pintor Nasution, kepala kantor BEI Sumut, M Banyu Adiputra, head of market development PT Indo Premier Sekuritas dan Azizul Kholis, WD II FE Unimed.

Risca dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa mengenal pasar modal akan membuat orang anti linglung dan anti pikun. Karena dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam berinvestasi di dalamnya. “Kalau misalnya saya punya Rp100 juta saya bagus beli saham. Karena dengan begitu saya sudah ikut memiliki salah satu perusahaan yang listing di BEI,” tuturnya.

Orang yang terbiasa bermain saham juga harus dibekali dengan jantung yang kuat. “Kalau jantungnya tidak kuat silakan ikut reksadana dulu,” jelasnya. Dia mengatakan OJK juga akan terus menjadi lembaga pengawas investasi untuk melihat legal dan logisnya investasi yang ditawarkan.

Sementara Pintor Nasution mengungkap walaupun sekarang pandemi covid-19 menyebabkan ekonomi berbagai negara belahan dunia goncang, namun investasi harus tetap dilakukan. “Tujuannya untuk menjaga agar uang kita tidak tergerus inflasi, menaikkan aset dan sebagai cadangan finansial.”

“Saya sarankan ya invest di pasar modal karena dari sisi margin, return saham itu mencapai 17,54 persen setahun. Lebih baik dibanding komoditas lain. Mahasiswa pun bisa ikut. Apalagi nanti kalau sudah berhasil. Ujung-ujungnya kita bakal ikut trend saham pun dijadikan mahar oleh mahasiswa yang mau ke jenjang pernikahan,” jelasnya.

Di sisi lain, M Banyu Adiputra, head of market development Indo Premier Sekuritas menjelaskan bahwa IPOT yang mereka kelola merupakan layanan terintegrasi untuk investasi. “Kita menyebutnya ekosistem investasi. Jadi semua ada dari hulu sampai hilir,” tuturnya.

IPOT, katanya, menawarkan banyak produk termasuk solusi investasi, finansial planning, reksadana hingga saham syariah. “Semua ada di sini. Mahasiswa pun bisa mengaksesnya nanti sebagai investor pemula,” kata dia. Banyu mengatakan mereka membagi saham pada beberapa bagian yaitu saham yang bagus, saham yang dikenal, saham yang terkenal, saham murah dan saham murah tapi tidak murahan.

Seminar itu kemudian mengundang respon dari peserta dengan banyaknya pertanyaan yang masuk. Dari jumlah peserta terlihat, seminar cerdas investasi saham di era pandemic itu diikuti sekira 500 peserta. (wol/rls/ags)

Iklan