Dinyatakan Bebas Gejala Covid-19, Trump Tolak Ikut Debat Kedua Capres jika Digelar Virtual

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Reuters)
Iklan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Calon presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan menghadiri debat kedua capres apabila digelar secara virtual.

“Saya tidak akan melakukan debat virtual. Saya tidak akan membuang waktu saya untuk debat virtual,” kata Trump di Fox Business.

Komentar Trump datang setelah Komisi Debat mengambil langkah signifikan untuk sepenuhnya mengubah konsep debat. Langkah tersebut dipandang perlu oleh anggota Komisi Debat mengingat tidak ada kepastian soal kondisi kesehatan Trump.

Sementara itu, Tim Kampanye capres Joe Biden dengan cepat menyetujui wacana format debat virtual. Sebelumnya, Komisi Debat telah menyatakan bahwa debat akan dilangsungkan secara virtual dengan mekanisme berbentuk rapat kota.

“Debat presiden kedua akan berbentuk rapat kota, di mana para kandidat akan berpartisipasi dari lokasi terpencil yang terpisah,” kata komisi itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNN, Kamis (8/10).

iklan

Komisi debat juga mengatakan bahwa moderator debat, Steve Scully, dan panelis yang akan mengajukan pertanyaan kepada Trump atau Biden akan muncul di situs resmi debat.

Masa depan perdebatan antara Trump dan Biden telah dipertanyakan sejak sang presiden diagnosis positif corona pekan lalu dan komisi debat sedang mempertimbangkan untuk memindahkan debat ke format virtual.

“Komisi, termasuk saya, tentu terbuka untuk operasi virtual debat, tanpa pertanyaan,” kata seorang anggota komisi, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Pengumuman hari ini datang hanya beberapa jam setelah Wakil Presiden Mike Pence dan calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris berdebat secara langsung pada Rabu malam.

Protokol kesehatan saat debat itu sudah ditingkatkan, di mana kedua kandidat disekat dengan kaca plexiglass. Sebelum debat cawapres itu berlangsung, anggota komisi dipusingkan mengenai format yang akan dipilih dalam debat selanjutnya.

“Itu semua tergantung kesehatan Presiden,” kata seorang anggota komisi sebelum debat cawapres.

“Kita harus merencanakan seperti itu akan terjadi. Jika dia dikarantina di Gedung Putih, mereka memiliki cara untuk membawanya secara langsung ke gedung,” ujarnya.

Kondisi kesehatan Trump hingga saat ini memang masih simpang siur. Belum ada kondisi pasti yang menyatakan apakah dirinya telah terbebas dari virus atau tidak. Beberapa ahli bahkan meragukan kesehatan Trump usai terinfeksi, mengingat usianya yang cukup rentan untuk bisa melawan virus.

Seorang ahli penyakit menular di University of Michigan mengatakan bahwa orang-orang seusia Trump dengan tingkat keparahan infeksi yang sama dapat mengalami gejala infeksi corona selama berminggu-minggu. (cnn/data3)

Iklan