Catat Kematian Tertinggi di Eropa, Pemerintah “Lockdown” 28 Juta Warga di Inggris

Sky News
Iklan

LONDON, Waspada.co.id – Pemerintah Inggris membatasi hampir setengah dari populasi Inggris atau sekitar 28 juta penduduk, hidup dalam pembatasan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah mulai Sabtu (17/10).

Pembatasan ketat ini diberlakukan guna menekan penyebaran pandemi virus covid-19. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memperkenalkan sistem peringatan untuk mencegah penyebaran virus.

Dikutip dari AFP, sistem ini membuat beberapa hotspot virus corona ditutup seperti pub.

Berdasarkan data dari John Hopkins, meskipun Inggris berada di urutan keempat negara Eropa dengan kasus corona terbanyak, namun tingkat korban meninggal tercatat sebagai nomor satu di situ Worldometers.info/coronavirus/ yakni 43.579 orang per 17 Oktober 2020.

Langkah-langkah terbaru yang dikeluarkan Johnson termasuk melarang pertemuan dalam ruangan di Inggris dan kota-kota lain

iklan

Johnson telah mengesampingkan penerapan penguncian total dalam upaya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada ekonomi. Meskipun ada seruan dari penasihat ilmiahnya dan partai oposisi Partai Buruh.

Sebaliknya, pemerintah mengadopsi langkah-langkah lokal untuk meningkatkan pembatasan di seluruh Inggris di mana pertemuan lebih dari enam orang sudah dilarang dan pub serta restoran harus ditutup pada pukul 22.00.

Di Irlandia Utara, pub dan restoran tutup mulai Jumat selama sebulan, sementara liburan sekolah diperpanjang menjadi dua minggu. Di Wales, orang yang datang dari daerah dengan prevalensi tinggi virus di tempat lain di negara itu telah dilarang masuk sejak Jumat. (cnn)

Iklan