Bukti Kematian Masih Janggal, LBH Medan Minta Mayat Tahanan Polsek Sunggal Dibongkar Lagi

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan masih terus berupaya untuk mengungkap kebenaran atas kematian dua tahanan di Polsek Medan Sunggal.

Walaupun sebelumnya, Polrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, menyampaikan bahwa kematian dua tahanan yakni, Rudi Efendi dan Joko Dedi Kurniawan meninggal karena sakit.

“Dari hasil pemeriksaan internal kami, bahwa hal tersebut tidak pernah terjadi, hasil pemeriksaan sementara, rekaman medisnya ada, tapi kami belum bisa menyampaikan di sini,” ucap Riko saat konfrensi pers, Rabu (14/10) lalu.

Namun, Wakil Direktur LBH Medan Irvan Syahputra, menjelaskan pihak rumah sakit belum menjelaskan secara detail penyebab kematian yang dapat dibuktikan, di lihat dengan surat kematian, hasil ronsen, dan resume medis yang kita dapatkan.

“Bahwa terkait kejanggalan ini LBH telah membuat LP di SPKT Polda dan Propam Polda dan belum ada tindakan lanjut pemeriksaan pelapor/korban,” tegasnya, Sabtu (17/10).

iklan

Bahwa sampai sekarang belum diketahui penyebab kematian Almarhum Joko dedi Kurniawan dan Rudi Efendi secara tertulis maka kami meminta Kapolda untuk sepatutnya menindak lanjuti laporan

“Segera melakukan ekshumasi (pembongkaran mayat) guna melakukan Autopsi demi terangnya perkara ini dan tegaknya keadilan,” pinta LBH Medan.

Sebelumnya Sunarsi, istri Almarhum Joko Dedi Kurniawan didampingi Irwansyah (abang korban) kematian kedua korban diduga kuat tidak wajar.

Pasalnya, ketika jenazah Joko dimandikan (sebelum dikebumikan) kepala korban masih mengeluarkan darah. Sedangkan pada jenazah Rudi Efendi di bagian badan ditemukan luka memar membiru dan kulit tangan terkelupas.

Menurut keluarga, korban tewas di sel tahanan, untuk Rudi Efendi (26 September 2020) dan Joko Dedi Kurniawan (2 September 2020). (wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan