Bawaslu Waspadai e-Money Politik Sebagai Modus Baru

Ilustrasi (ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara mewaspadai e-money politik yang disebutkan sebagai modus baru pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 mendatang.

“Biasanya kan berbentuk sembako, kasih uang tunai dalam amplop kepada pemilih datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara-red) untuk memilih salah satu calon,” ucap Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, saat dihubungi Waspada Online, Kamis (1/10) malam.

Namun, karena di masa pandemi ini sesuai dengan imbauan pemerintah tidak menggunakan uang tunai melainkan uang elektronik.

“Soal terkait e-money tadi, maksud saya bisa saja cara memberikan politik uangnya tidak lagi bentuk barang atau tunai, tapi bisa bentuk pengisian voucher kepada pemilih yang menggunakan aplikasi e-money,” ungkapnya.

Tanpa bermaksud mendiskreditkan salah satu penyedia jasa keuangan, Syafrida mencontohkan sekarang masyarakat sudah banyak belanja tanpa menggunakan uang tunai maupun kartu debit. Dikatakan, masyarakat marak menggunakan aplikasi daring.

iklan

“Inilah yang memang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan kami sebagai pengawas Pemilu atau dalam hal ini Pilkada mendatang. Termasuk juga penegak hukum yang tergabung di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” sebut Syafrida lagi.

Disinggung daerah yang diwaspadai terkait praktik atau modus e-money politics tersebut, Syafrida mengatakan masyarakat di kota-kota besar memang sudah terbiasa dengan aplikasi untuk pesan makan beli atau barang kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan daerah-daerah lain yang menggelar Pilkada juga berpotensi demikian. (wol/man/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan