Bawaslu Klarifikasi Calon Petahana, Diduga Langgar Aturan Kampanye

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan menghadirkan Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, sebagai terlapor dugaan pelanggaran kampanye dengan menggunakan fasilitas pendidikan dan melibatkan anak-anak.

Dikatakan, Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution, hadir ke kantor Bawaslu Medan untuk mengklarifikasi, atas laporan yang diberikan oleh orang yang bernama Hasan Basri 17 Oktober 2020 lalu.

“Setelah melakukan klasifikasi nanti kita lakukan kajian lagi, ada tidak orang yang perlu kita klasifikasi lagi untuk menguatkan atas laporan tersebut dan menambah informasi,” ujar Ketua Bawaslu Medan Payung Harahap, usai mengklarifikasi Akhyar Nasution, Rabu (21/10).

Lebih lanjut Payung mengungkapkan, Mekanisme Bawaslu dalam menindak pelanggaran pemilu akan ditindak lanjuti. Akan tetapi jika sudah terpenuhi syarat formil dan materil.

“Untuk pemanggilan Akhyar ini menurut kita syaratnya sudah terpenuhi. Pelapornya juga sesuai syaratnya, yang pertama adalah warga Kota Medan, terdaftar dalam DPT, dan pelapor bagian tim pemenangan dan juga pemantau pemilu,” ungkapnya.

iklan

Selain itu Payung juga menyebutkan, Dasar Hukum Bawaslu dalam menindaklanjuti laporan terkait pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh calon petahana tersebut.

“Dalam laporan yang kita terima, dugaannya melibatkan anak-anak dan berkampanye menggunakan fasilitas pendidikan, hal tersebut dilarang dalam UU Nomor 7 Tahun 2017,” sebutnya.

Bawaslu juga menegaskan bahwa dalam menangani laporan, mereka sudah sesuai aturan dan mekanisme yang sudah diatur dalam peraturan Bawaslu maupun di undang-undangan Pemilu.

“Ini bukan kasus yang pertama, tapi yang pertama yang dilaporkan oleh masyarakat. Jadi laporan ini terpenuhi dan kita tindak lanjuti laporan tersebut,” pungkasnya.(wol/man/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan