Bantuan Kuota Internet Tak Menjamin Siswa Mampu Menyerap Pelajaran

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST, menyebut bantuan kuota internet tidak menjamin anak didik menyerap mata pelajaran secara utuh, jika dibandingkan dengan tatap muka.

Memang, di saat belajar daring (dalam jaringan) atau belajar jarak jauh yang tengah digaungkan kini, kegelisahan orangtua siswa dan guru dapat terjawab dengan bantuan kuota dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

“Secara daring, ia. Tapi tidak menjawab bagaimana anak didik kita ke depan tentang mentalitas mereka,” katanya kepada Waspada Online, Kamis (1/10).

Secara tegas Sudari mengatakan, kegiatan belajar mengajar jarak jauh saat ini sangat berpengaruh kepada psikologis si anak. Dan pendidikan di Kota Medan pun stagnan, tidak menunjukkan kemajuan secara keilmuan.

“Saya menyarankan Dinas Pendidikan melibatkan beberapa ahli dalam merumuskan modul pembelajaran selama daring ini. Seperti ahli psikologi, pemerhati pendidikan, dan kesehatan untuk melakukan kajian tentang pendidikan tentang belajar tatap muka yang mengacu pada protokol kesehatan. Sehingga tidak terciptanya kluster pandemi Covid-19 di sekolah-sekolah,” sarannya.

iklan

Politisi PAN ini menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan meminta modul sistem belajar jarak jauh yang sudah dikonsep Dinas Pendidikan Medan.

“Kita mau lihat output-nya bagaimana. Kita akan mempertanyakan itu. Kalau sekiranya tidak efektif, kita (Komisi II DPRD Medan, red) meminta harus dikaji ulang kembali,” ucapnya seraya menambahkan bahwa di awal Oktober akan menjdawalkan pemanggilan instansi terkait.(wol/mrz./data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan