Aulia: Ulos Simbol Ikatan Kasih Sayang Antar Sesama

Istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Aulia Rachman menyambangi aktifitas pengrajin pembuat Kain Ulos (Kain Tradisional Batak) di Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur.

Aksi blusukan Calon Wakil Wali Kota Medan pendamping Bobby Nasution ini dilaksanakan usai menyerap aspirasi dan silahturahim dengan para warga di Jalan Empat, Kelurahan Pulo Brayan, Medan, Selasa (20/10).

Aulia, berjalan kaki bersama sejumlah para relawan dan mendatangi kediaman Jhon Hutajulu yang merupakan pengrajin kain tradisional Batak.

Di tempat tersebut, mantan santri itu melihat aktifitas seorang pekerja yang sedang menyelesaikan proses pembuatan kain ulos yang masih menggunakan cara manual yakni dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) dari kayu.

Sambil mengamati proses penyelesaian kain, pendamping Bobby Nasution itupun kagum dan bangga dengan pengrajin kain Ulos yang mampu memproduksi kain tradisional Batak Toba dengan ATBM yang membutuhkan keahlian dan ketekunan untuk membuatnya.

iklan

Hadirnya pasangan penggagas Kolaborasi Medan Berkah tak disia-siakan warga pelaku usaha kain tradisional Batak. Pengrajin kain itu langsung menyampaikan keluhan, karena sepinya permintaan selama masa pandemi Covid-19.

“Kalau dulu lumayan banyak yang pesan ulos terutama untuk pesta adat. Selama pendemi ini permintaan barang sepi. Jadi mohon diperhatikanlah pak Aulia,” ucap Jhon Hutajulu pengrajin Ulos yang menggeluti usaha selama 10 tahun ini.

Menyahuti keluhan pengrajin, Aulia menyarankan agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) itu didaftarkan segera ke dinas terkait agar mendapat bantuan dana dari pemerintah kota untuk pengembangan usaha.

“Nanti segera didaftarkan ke dinas terkait ya pak, supaya UMKM tradisional ini mendapat bantuan dan makin berkembang usahanya,” ujar mantan Ketua Komisi 2 DPRD Medan ini.

Apalagi saat ini, kata Aulia, di masa pandemi Covid-19, pemerintah pusat juga telah membuka pendaftaran online Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) untuk UMKM.

“Bantuan dari pemerintah pusat juga ada BPUM yang dikhususkan untuk pelaku UMKM. Dan sudah dibuka gelombang kedua,” terang Aulia.

Menurutnya, Kain Ulos yang dulunya berfungsi sebagai penghangat tubuh oleh Suku Batak yang tinggal di pegunungan, seiring zaman, saat ini ulos menjadi simbol ikatan kasih sayang antara anak dan orang tua atau satu orang dengan orang lainnya.

“Kain Ulos melambangkan ikatan kasih sayang antar sesama yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar Aulia.

“Terlebih kain tradisonal suku Batak asal Sumatera Utara ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud pada 2014 lalu, dan setiap 17 Oktober diperingati sebagai Hari Ulos Nasional,” Pungkasny. (wol/lvz/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan