Anggota DPRD Humbahas Dilaporkan ke Poldasu

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Poltak Purba, dilaporkan ke Polda Sumut terkait pengerusakan spanduk dalam seruan mencoblos kotak kosong di Pilkada Humbahas.

Arnold Lumbangaol, warga Humbahas yang memberi kuasa hukum kepada Donny Mangiringtua Siburian (35) dalam laporan pengaduannya itu, menyebutkan Poltak Purba telah melakukan pengerusakan baliho secara bersama-sama dalam bukti video rekaman yang diserahkannya ke Poldasu, sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/1931/X/2020/SUMUT/SPKT ‘II’ tanggal 7 Oktober 2020 yang diterima Ka SPKT AKBP Drs Benma Sembiring tentang peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 406 Subs 170 KUHP pada 26 September 2020 sekitar pukul 11.00 WIB di Pasar Pakkat, Pakkat Hauagong, Pakkat, Kabupaten Humbahas.

“Jadi saya jelaskan, di Kabupaten Humbahas akan ada pilkada yang hanya menghadirkan satu pasangan calon saja. Maka sebagian warga yang merasa tidak simpatik membuat seruan agar mencoblos kotak kosong sehingga warga pun membuat sebuah posko yang dinamakan Posko Solidaritas Indonesia (PSI), anehnya oknum anggota dewan ini merasa tidak senang dan merusak spanduk di posko tersebut,” beber Donny Mangiringtua Siburian, Rabu (14/10).

Bukan itu saja, Donny mengakui yang dipermasalahkan oknum ini adalah posko yang dibangun tadi dengan menganggapnya bagian dari kepartain.

“Padahal ini beda, posko ini bukan partai. Kalau PSI kan ada lambang tangan memegang mawar dan ini hanya mawar saja. Lagian tidak ada hubungan kepartaian di dalam posko kotak kosong ini, spanduk dipasang di posko ini hanya curahan masyarakat terhadap pilkada yang terjadi saat ini di Humbahas yang hanya satu calon sehingga dibuatlah gerakan coblos kotak kosong,” akunya.

iklan

Dalam pengerusakan yang terjadi pada 26 September 2020 itu, jelas Donny lagi, Poltak Purba bersama rekannya melakukan intimidasi kepada pemilik rumah di posko tersebut. Mereka mendesak agar baliho diturunkan namun karena tidak digubris sehingga terjadi pengerusakan dengan penurunan secara paksa.

“Jadi laporan kita ini adanya tindakan anarkis di luar jabatan dari seorang anggota dewan, karena dalam mengambil sikap ini seharusnya bukan dia yang bertindak, kan ada Satpol PP yang berwenang untuk menurunkan, itu kan bisa,” kata Donni yang turut melampirkan surat keberatan dari masyarakat atas tindakan pengerusakan terhadap spanduk tersebut.

Untuk itu, Donny berharap laporan pengaduannya ini bisa segera diproses dan ditindaklanjuti.

Sementara, Poltak Purba saat dikonfirmasi menjawab pertama sejak 5 September 2020 dirinya ditunjuk sebagai Plt Ketua DPD PSI Kabupaten Humbahas. Lalu pada 22 September, ia menggelar rapat dengan mengundang seluruh PAC PSI di Kabupaten Humbahas.

“Jadi di pertemuan itu saya mendapat kabar ada spanduk mirip PSI yang menyerukan kotak kosong. Kemudian kita ke sana dan ternyata benar. Spanduknya mirip sekali PSI, sengaja diedit dengan tangannya (memegang mawar) dihapus. Lalu kita bertanya kepada pemilik rumah dan anehnya pemilik rumah tidak tahu kalau itu posko malah dirinya sendiri adalah kader PSI,” bebernya.

Saat disinggung soal perusakan, Poltak Purba kembali menegaskan tidak ada perusakan karena pihaknya memohon secara halus agar spanduk itu diturunkan.

“Malah punya rumah yang menyuruh untuk diturunkan, saya tidak ada sedikit pun menyentuh. Jadi soal spanduk ini, justru ada oknum caleg gagal yang sengaja melecehkan PSI dengan mengedit dan ini sudah kami laporkan ke DPP dan DPD PSI,” jelasnya.

Terkait dilaporkan dirinya ke Poldasu, Poltak mempersilahkan bagi siapa yang melaporkan hal itu.

Terpisah, Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, saat dikonfirmasi terkait laporan ini menjawab setiap laporan masyarakat wajib diterima oleh penyidik.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan