Agung Firman Sampurna Favorit Pimpin PBSI

foto: twitter
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Pendaftaran bakal calon Ketua Umum PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah resmi ditutup Senin (26/10) kemarin. Dua calon yang bakal bertarung adalah Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna dan Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Banten Ari Wibowo.

Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum PP PBSI, Edi Sukarno, menyampaikan dua bakal calon tersebut telah mengembalikan formulir pendaftaran beserta kelengkapan lainnya. Selanjutnya, tim penjaringan akan verifikasi persyaratan pada 27-30 Oktober ini. Selama periode ini, bakal calon juga dapat melengkapi dokumen persyaratan jika ada kekurangan.

“Untuk kelengkapan persyaratan kedua bakal calon, belum bisa kami umumkan karena tim penjaringan akan melakukan proses verifikasi terlebih dahulu,” ujar Edi sebagaimana dikutip dari Badminton Indonesia, Selasa (27/10).

Salah satu proses verifikasi persyaratan bakal calon adalah memeriksa jumlah suara dukungan pengprov kepada bakal calon ketua umum yang mendaftar. Di sini, Tim Penjaringan akan memeriksa kevalidan suara dukungan.

Diketahui, Agung Firman menjadi favorit meneruskan tongkat kepemimpinan dari Wiranto. Berdasarkan perkembangan, Agung yang juga pengurus PBSI Sumatera Selatan tersebut telah mendapatkan dukungan 29 dari 34 Pengurus Provinsi PBSI di Tanah Air.

iklan

Ke-29 pengprov itu adalah DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, Papua, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Tengah, Riau, Sulawesi Tenggara, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Utar, dan Nusa Tenggara Barat.

Nantinya, mereka yang memenuhi syarat akan diundang ke Musyawarah Nasional (Munas) PBSI 2020-2024 untuk menyampaikan visi misi di Hotel JHL, Serpong, Tangerang, 5-6 November mendatang. (wol/aa/badmintonindonesia/d2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan