1,5 Juta UKM Bakal Terima Bantuan Rp2,4 Juta

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus berupaya mendorong penguatan ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM)/Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan antara lain melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM). Pemprovsu menargetkan sedikitnya 1,5 juta UKM/IKM di Sumut mendapat bantuan dari program BPUM sebesar Rp2,4 juta, sehingga dapat segera bangkit dan berkembang lagi.

Hal itu disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penguatan Ekonomi Penerima Manfaat UKM/IKM Provinsi Sumut, Ritha F Dalimunthe, saat video conference bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (26/10) malam.

“Ini merupakan bantuan dari Presiden yang sudah berjalan sejak bulan Juni silam, diperuntukkan bagi pelaku UKM/IKM. Sebenarnya, Sumut itu diberikan alokasi hingga 2 juta UKM/IKM, tapi sampai saat ini baru terpenuhi 11%. Jadi kita targetkan untuk 1,5 juta UKM/IKM dulu yang harus terpenuhi,” ujar Ritha.

Dijelaskan, untuk jenis penerima bantuan tidak ada penggolongan tertentu alias semua jenis UKM/IKM punya hak sama. Asal omsetnya tidak lebih dari Rp300 juta setahun, semua baik usaha fashion, kuliner bahkan ternak ikan cupang pun bisa menerima bantuan.

iklan

Berdasarkan data Bank Indonesia, sebanyak 355.502 UKM/IKM sudah diajukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota se-Sumut. Namun, hanya 40.087 UKM/IKM lolos verifikasi data di Kementerian Koperasi dan UKM.

“Hal ini akibat tidak lengkapnya data yang disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM, padahal kelengkapan data merupakan penguatan usaha dan modal kerja UKM dengan sumber dana APBN dan APBD Pemprovsu,” terangnya.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengharapkan bantuan tersebut cepat disalurkan, agar dirasakan manfaatnya bagi UKM/IKM. Disebutkan, bantuan ini sifatnya produktif untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah serta bisa berdampak pada pemulihan ekonomi.

Untuk mekanisme mengajukan permohonan, Plt Kadis Koperasi dan UKM Sumut Ridha Haykal Amal mengatakan pelaku usaha harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, seperti menyertakan fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), Nomor Rekening Tabungan, dan Surat Keterangan Domisili Usaha.

“Banpres Produktif ini hibah, bukan pinjaman. Bantuan ini jadi modal kerja buat pelaku usaha mikro dan bagian dari perluasan program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya. (wol/aa/d2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan