Zulkifli Pasrah Dituntut Hukuman Mati Terkait Kasus Sabu 52 Kg

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Warga Jalan Pertiwi, Gang Amat Rukun, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Zulkifli, hanya bisa pasrah saat dituntut hukuman mati terkait kepemilikan sabu seberat 52 kg.

Dalam surat tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulvia berpendapat bahwa terdakwa telah melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang Undang tentang Narkotik.

“Maka dengan ini Jaksa Penuntut Umum meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhi terdakwa Zulkifli dengan hukuman mati,” tegas Jaksa dalam amar tuntutan, di hadapan majelis hakim yang Diketuai Saidin Bagaria, di Ruang Cakra IV, Medan, Kamis (24/9).

Menurut Jaksa, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkotika, terdakwa juga tergabung dalam jaringan narkotika internasional.

“Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, tidak ada,” ucap jaksa Nurhayati Ulvia.

iklan

Demikian setelah mendengar amar tuntutan dari jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda pledoi (pembelaan terdakwa).

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa menjelaskan bahwa terdakwa terlilit utang sehingga mau menerima pekerjaan dari Arifin (DPO) untuk menyimpan barang kirimannya untuk sementara.

Namun, Arifin (DPO) belum menjelaskan bahwa barang titipan yang dimaksud narkotika.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan