Zakir Bos Narkoba Meninggal, Aset Rp8 M Jadi Misteri di Persidangan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Aset senilai Rp8 miliar yang didakwa kepada Bos Narkoba di Kota Medan, Zakir Husin, dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) masih menjadi misteri di persidangan.

Pasalnya, sebelum sidang berakhir bandar narkoba yang cukup terkenal di kampung kubur itu meninggal dunia di Rumah tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Kelas I A Medan, Sabtu (28/9) Malam.

“Jadi dalam hal ini, majelis hakim masih akan menggelar sidang lanjutan, untuk menentukan barang bukti aset senilai Rp8 miliar ini apakah akan disita untuk negara atau akan dikembalikan kepada keluarganya. Itu nanti akan diputuskan lewat sebuah penetapan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Immanuel Tarigan yang menangani kasus tersebut, Senin (28/9).

Menurut Immanuel, sesuai KUHAP barang bukti yang diduga hasil kejahatan Almarhum Zakir Husin ada sekitar Rp8 miliar berupa mobil, rumah dan tanah. Sedangkan barang bukti berupa uang tabungan tidak ada dan telah disita dalam perkara sebelumnya.

“Bagaimana menentukan aset itu dari hasil kejahatan, Itulah yang masih akan kita buktikan pada persidangan nanti, jadi yang berhenti dan tidak dapat diterima itu adalah pertanggungjawaban terdakwa secara pidana, tapi terkait aset yang diduga hasil dari kejahatan ini, harus diputuskan,” tegas Immanuel.

iklan

Lebih lanjut, menurut Immanuel, pihaknya saat ini masih menunggu surat kematian terdakwa Zakir Husin dari Rutan Tanjunggusta baru kemudian ada tahapan selanjutnya.

“Jadi itu dululah, kita masih menunggu surat kematian. Setelah itu nanti kita akan kembali membuka sidang, yang dihadiri JPU dan pensihat hukum Zakir, untuk menentukan status hukum dari barang bukti aset yang diduga dari hasil kejahatan narkoba itu,” sebutnya.

Immanuel juga menambahkan, persidangan terhadap Zakir Husin sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi. Namun ada penundaan beberapa kali sidang karena yang bersangkutan sakit.

Immanuel juga menyesalkan kenapa Zakir sudah dikembalikan ke rutan kalau memang masih sakit.

“Aturannya biarkan ajalah dulu dia berobat dan dirawat dengan baik di rumah sakit dan setelah keadaannya benar-benar sembuh baru dikembalikan ke rumah tahanan,” tegas Immanuel.

Diketahui sebelumnya Zakir divonis 15 tahun di PN Medan beberapa bulan lalu atas kasus narkoba. Namun, polisi kembali menetapkan Zakir sebagai tersangka atas tuduhan TPPU yang diduga didapat dari hasil narkoba, namun persidangan baru masuk tahap keterangan saksi, Zakir telah meninggal dunia.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan