Warga Gunung Manaon UB Kecewa, Pembangunan Jalan Tak Kunjung Selesai

WOL Photo
Iklan

PALUTA, Waspada.co.id – Masyarakat beserta mahasiswa Desa Gunung Manaon UB, Kecamatan Ujung, Batu Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sangat menyayangkan pembagunan jalan yang tak kunjung selesai, bersumber dari Dana Desa (DD) anggaran tahun 2018 belokasi di seberang Sungai Barumun.

Di mana pembangunan jalan tersebut diduga tak sesuai Rencana Angaran Bangunan (RAB) sepanjang satu kilo meter. Selain pembangunan jalan empat titik pembangunan gorong-gorong (plat duiker) hingga saat ini tak kunjung selesai sehingga pembagunan pengerasan jalan tersebut tak bisa difungsikan secara normal oleh masyarakat setempat.

Satia Hasayangan Rambe selaku Ketua Umum Hima Paluta Pekanbaru sangat menyayangkan pembangunan jalan tersebut yang telah menelan biaya anggaran ratusan juta rupiah, bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2018.

“Ya itu berupa pembangunan pengerasan jalan beserta 4 titik gorong-gorong yang hingga saat ini tak kunjung selesai. Dan ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi saya dan seluruh masyarakat, apa yang sebenarnya terjadi di Desa Gunung Manaon UB ini,” katanya, Kamis (3/9).

Ia menduga bahwa, Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Gunung Manaon UB pada tahun 2018 telah dikorupsikan oleh pemerintahan Desa Gunung Manaon UB sehingga sampai saat ini tak kunjung selesai.

iklan

“Setiap masyarakat mempertanyakan itu Pemerintahan Gunung Manaon UB selalu menutupinya, jadi masyarakat sangat minim informasi dari Pemerintahan Desa Gunung Manaon UB. Padahal informasi publik sudah tertuang dalam UU No14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP),” katanya.

Senada dengan itu, Candran Syaputra Siregar selaku mahasiswa dan masyarakat Desa Gunung manaon UB merasa kecewa terhadap pembangunan Jalan Desa Gunung Manaon UB, dimana lokasi pembangunan jalan dan plat Dwicer tersebut kurang tepat sebab berada di seberang Sungai Barumun.

“Dan pembangun jalan tersebut berlokasi di pinggiran perbatasan perkebunan swasta PT Barumun Agro Sentosa (PT BAS) yang jauh dari pemukiman masyarakat. Lokasi itu juga sangat rentan terkena banjir,” terangnya.(wol/bon/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan