Warga Aceh Menyesal Jadi Kurir Sabu 5 Kg

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Syarifuddin alias Adin (35) warga Jalan Syiah Kuala Lorong Bak Asan, Kelurahan Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, akhirnya duduk di bangku pesakitan Pengadilan Negeri Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalam sidang yang berlangsung secara teleconference, terdakwa Syarifuddin didakwa karena menjadi perantara jual beli narkotika jenis sabu 5 Kg.

Namun, dalam keterangannya, terdakwa mengaku menyesal karena mau menerima pekerjaan kotor tersebut.

“Saya menyesal pak hakim, saya tidak buat lagi,” ucap terdakwa, di hadapan majelis hakim yang Diketuai Deson Togatorop, di Ruang Cakra VIII, Rabu (16/9).

Terdakwa juga mengaku baru menerima uang Rp3 juta dari pemilik sabu bernama Iwan (DPO) untuk biaya perjalanan dari Kecamatan Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh ke Kota Medan.

iklan

Lebih lanjut, menurut rencana 5 kg sabu tersebut akan dijual kepada seseorang di Medan seharga Rp10 juta. Sedangkan siapa calon pembelinya, akan diinformasikan lewat sambungan ponsel.

Di lain sisi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria Tarigan, menjelaskan saat di perjalanan terdakwa mampir sekaligus istirahat di Café Bang AM, jualan mie Aceh di daerah Jalan Sisingamangaraja Medan.

Kemudian, lanjut jaksa, terdakwa menghubungi pemilik sabu dan diberikan nomor SIM ponsel seseorang sebagai calon pembelinya. Syarifuddin kemudian menghubungi calon pembeli dan sepakat bertemu sekaligus bertransaksi di warung tersebut.

“Naasnya, terdakwa Adin dibekuk petugas berpakaian preman yang menyamar sebagai calon pembeli,” terang jaksa.

Atas perbuatannya, terdakwa Syarifuddin diancam pidana Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Demikian, setelah mendengarkan keterangan jaksa dan terdakwa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda tuntutan.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan