Wagubsu: Kajian Perbaikan Masalah Limbah di Danau Toba Harus Komprehensif

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu UNESCO Global Geopark bulan Juli lalu disertai pula dengan semangat baru dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga dan menjadikan kawasan tersebut menjadi lebih baik.

Berbagai permasalahan atau kekurangan yang ada perlu terus diperbaiki, sehingga berbagai manfaat khususnya yang bersifat jangka panjang bisa dinikmati. Salah satu poin yang disoroti adalah masalah lingkungan meliputi pencemaran limbah di perairan Danau Toba.

“Keramba Jaring Apung (KJA) banyak menjadi sorotan. Dilemanya adalah itu juga jadi mata pencaharian utama masyarakat. Harus ada alternatif atau solusi,” ujar Wakil Gubernur Sumatera Utara ((Wagubsu) Musa Rajekshah saat memimpin Rapat Solusi Penanganan Limbah Perairan Danau Toba, Rabu (16/9).

Untuk itu, Wagub menganjurkan segera dilakukan kajian yang benar-benar komprehensif dan turun langsung ke lapangan melibatkan berbagai pihak, baik Dewan Riset Daerah (DRD), perguruan tinggi maupun berbagai dinas melalui tupoksi masing-masing.

“Kajian dan data yang diperoleh nanti bisa kita diskusikan lagi dengan kabupaten di sekitar kawasan Danau Toba. Saya yakin jika tujuannya baik, mereka juga akan setuju. Karena akhirnya ini untuk kepentingan masyarakat di sekitar Kawasan Danau Toba itu sendiri,” ucap Wagub alias Ijeck.

iklan

Kajian komprehensif yang dimaksud, lanjut Wagub, tidak hanya fokus pada KJA tetapi meliputi faktor lain yang menyumbang pencemaran lingkungan Danau Toba. Selain itu, meliputi pula kajian pendekatan masyarakat.

Kadis Lingkungan Provinsi Sumut, Binsar Situmorang, menambahkan aspek sosialisasi, kesadaran masyarakat, sinergi dengan kabupaten kawasan serta sikap tegas menjadi hal-hal yang harus diutamakan dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan di Danau Toba.

“Dalam melakukan kajian, aspek-aspek ini perlu kita perhatikan. Masalahnya kompleks, karena itu seperti kata Pak Wagub perlu kajian komprehensif,” tutur Binsar.

Wakil Ketua II Dewan Riset Daerah (DRD), Tohar Suhartono, menyampaikan dukungan terhadap kajian tersebut. Katanya, DRD menggunakan bantuan sumber daya yang ada untuk mengkaji dan mencari solusi menjadikan Danau Toba lebih baik hingga ada peningkatan kunjungan dari wisatawan. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan