Trump Dilaporkan Tidak Bayar Pajak Penghasilan 10 Tahun karena Rugi

Presiden AS Donald Trump. (istimewa)
Iklan

Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan tidak membayar pajak penghasilan pada 10 dari 15 tahun terakhir. Menurut laporan yang dirilis New York Times, Minggu (27/9) Trump tidak membayar pajak selama kurun waktu itu karena menderita kerugian.

Trump dilaporkan hanya membayar pajak penghasilan sebesar 750 dolar atau sekitar Rp11 juta pada 2016, dimana pada tahun itu dia memenangkan kursi presiden AS.

Namun Trump membantah laporan tersebut. Dia mengklaim telah membayar banyak pajak penghasilan.

“Saya membayar banyak, dan saya membayar banyak pajak pendapatan negara,” kata dia, Minggu (27/9) seperti dikutip dari CNN.

Trump menambahkan bahwa dia bersedia untuk merilis pengembalian pajaknya setelah tidak lagi diawasi oleh Internal Revenue Service (IRS), yang disebut memperlakukannya dengan buruk.

iklan

Secara hukum, presiden AS memang tidak memiliki kewajiban untuk merilis laporan keuangannya. Trump juga menolak menjawab berapa banyak pajak federal yang telah dia bayarkan.

Sementara laporan Times menyebut Trump sebagai pengusaha yang berjuang untuk mempertahankan bisnisnya dan melaporkan kerugian jutaan dolar bahkan ketika dia berkampanye dan membual tentang kesuksesan finansial.

Menurut surat kabar tersebut, Trump menggunakan 427,4 juta dolar yang dia bayarkan untuk “The Apprentice” untuk mendanai bisnisnya yang lain, sebagian besar untuk lapangan golf, dan menyuntikkan lebih banyak uang ke bisnis daripada yang dia ambil.

Informasi pajak yang diperoleh Times juga mengungkapkan bahwa Trump telah melawan IRS selama bertahun-tahun mengenai apakah kerugian yang dia klaim seharusnya menghasilkan pengembalian dana hampir 73 juta dolar.

Menanggapi surat yang merangkum temuan surat kabar tersebut, pengacara Trump Organization Alan Garten mengatakan bahwa hampir sebagian besar data di dokumen tersebut tidak akurat.

New York Times sendiri mengatakan pihaknya tidak akan mempublikasikan data pengembalian pajak Trump agar tidak membahayakan sumber-sumbernya. (cnn/data2)

Iklan