Tekan Penularan Covid-19, Gerakan Disiplin Protokol Kesehatan Terus Digalakkan

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk menekan penyebarluasan Covid-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya melalui gerakan pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan khususnya di Kota Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang).

Tiga daerah dengan angka penularan Covid-19 tertinggi di Sumut itu menjadi fokus Gerakan Pendisiplinan Protokol Kesehatan melalui Tim Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang. Hal itu adalah tindak lanjut kesepakatan antara Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dengan Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai serta Bupati Deliserdang.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Azhar Mulyadi selaku Wakil Ketua Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang mengatakan GTPP Covid-19 Sumut terus melakukan sosialisasi penegakan disiplin dan razia pelanggar protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumut.

“Kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai protokol kesehatan adalah bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat. Kita berharap masyarakat dapat bekerja sama menekan angka penularan Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Selain disiplin dengan menggelar razia, kita juga membagikan dan mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan masker,” ujar Azhar.

Gerakan pendisiplinan masyarakat ini sejalan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Peraturan Gubernur No 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Sumut.

Kemudian diperkuat lagi dengan aturan yang diterbitkan Pemko/Pemkab yaitu (Perwal) No 11 Tahun 2020 dan Perwal Medan No 27 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan, Perwal Kota Binjai No 16 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Binjai serta Peraturan Bupati (Perbup) Deliserdang No 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

iklan

Kegiatan sosialisasi dan penindakan terus dilakukan sejak pertengahan Agustus lalu. Namun sebelum mengambil langkah penindakan, tim monitoring terlebih dahulu sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan penularan covid-19 kepada masyarakat sekaligus membagikan masker. Kegiatan ini juga didukung Tim Penggerak PKK Sumatera Utara yang dimotori oleh Ketua TP PKK Sumut Hj Nawal Edy Rahmayadi.

Azhar menjelaskan kegiatan sosialisasi dan pendisiplinan melibatkan unsur Pemprovsu, Pemkab/Pemko, kepolisian, mahasiswa, dokter hingga tokoh agama. Sasaran kegiatan sosialisasi dan edukasi serta pendisiplinan dilakukan kepada pengemudi kendaraan, pedagang, penumpang terminal angkutan darat dan laut, pelajar, dan masyarakat umum di berbagai lokasi di kawasan Mebidang.

Dari kegiatan sosialisasi dan penindakan, tim masih banyak menemukan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Banyak ditemui pengendara dan penumpang angkutan umum tidak memakai masker. Selain itu, banyak masyarakat melepas atau menggunakan masker dengan tidak benar. Alhasil, tidak sedikit masyarakat dikenakan sanksi. Sesuai Pergub No 34 Tahun 2020, pelanggar protokol kesehatan dikenakan sanksi teguran lisan/tertulis, kerja sosial, denda, dan penghentian/penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Mengacu kepada Perwal Medan No 11 tahun 2020, pasal 15 ayat (1), bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, tim gabungan mengenakan sanksi administratif berupa penahanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) selama tiga hari dan akan ditebus di kantor Satpol PP, sanksi fisik berupa push-up dan squat jump serta bagi lansia tanpa kartu identitas dikenakan sanksi mengucapkan Pancasila dan UUD 1945.

Plt Kadis Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut, Irman Oemar, menyampaikan bahwa tim sosialisasi dan penindakan protokol kesehatan yang meliputi penggunaan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan standar kesehatan. Diharapkan nantinya kegiatan rutin ini dapat memutus penyebaran Covid-19.

Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, pun senantiasa mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Saya ini setiap hari tertib disiplin menggunakan masker, masih bisa kena juga. Apalagi saudara-saudara kita tidak menggunakan masker, maka potensi terkena Covid-19 lebih tinggi lagi. Kalau sudah kena, pengobatannya sangat lama dan biayanya mahal, lebih baik kita cegah,” ujar Akhyar. ***

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan