Sejumlah Restoran Kena Teguran Tertulis dan Puluhan Orang Disanksi

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Sedikitnya 10 restoran di sekitar Kota Medan mendapat teguran tertulis dari Tim Terpadu Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang).

Teguran tertulis tersebut dilayangkan usai tim terpadu ini menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan pengusaha restoran, Jumat (18/9) malam. Ada tiga area yang menjadi target operasi Tim Monitoring Mebidang kali ini, yaitu Kecamatan Polonia, Johor, dan Helvetia.

Wakil Ketua Tim Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19, Kolonel Inf Azhar Mulyadi, menjelaskan langkah ini diambil untuk mendisiplinkan para pengusaha dalam menegakkan protokol kesehatan, khususnya yang beroperasi di malam hari.

“Ada sepuluh yang diberi teguran tertulis karena tempat usahanya tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tempat duduk yang masih rapat, tidak ada fasilitas cuci tangan bahkan pengunjung tidak pakai masker,” kata Azhar.

Selain restoran, tim terpadu juga memberikan teguran tertulis kepada dua tempat hiburan malam dan puluhan toko di Kecamatan Polonia. Bukan hanya itu, puluhan warga yang kedapatan tidak menggunakan masker juga diberi sanksi fisik seperti push-up.

iklan

Tidak sedikit warga yang panik melihat tim Satpol PP, TNI, Polri serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut dan Medan sedang beroperasi. Bahkan sebagian orang memaksa memutar balik kendaraannya saat melihat petugas.

“Hiburan malam itu ada dua yang mendapat teguran tertulis, kalau warga lebih 100 orang. Tampaknya di malam hari masyarakat kita mulai enggan mengenakan masker, padahal itu wajib saat berada di tempat umum,” tambah Azhar.

Alfian, salah seorang pengusaha restoran di Kecamatan Polonia, mengaku akan berupaya semaksimal mungkin untuk menerapkan protokol kesehatan. Alfian mengatakan pihaknya sudah berupaya mengecek suhu pelanggan, mengingatkan untuk memakai masker, tetapi kebanyakan buka masker dan merapatkan tempat duduknya di tempat makan seperti ini.

“Udah ditegur kayak gini selanjutnya kita akan lebih sering ingatkan pengunjung untuk melaksanakan protokol kesehatan,” kata Alfian.

Tim Monitoring Mebidang juga menyasar sejumlah warung yang ramai dikunjungi pelanggan di kawasan Jalan KL Yos Sudarso, Jalan Gaperta, dan Jalan Gatot Subroto. Para pelaku usaha, pedagang kaki lima, pembeli, pengamen hingga petugas parkir yang tidak memakai masker pun menerima sanksi push-up dan membacakan teks Pancasila, sebelum menerima masker gratis. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan