Sebut Corona “Virus China”, Trump Serang Xi Jinping di Sidang Umum PBB

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. (AP/Susan Walsh)
Iklan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menghadiri pertemuan virtual Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama dengan pemimpin dunia lainnya.

Dalam pidatonya Trump sempat menyerang China terkait pandemi Covid-19. Ia menyebut virus corona sebagai ‘virus China’ dan mendesak PBB meminta pertanggungjawaban Beijing.

Dia menuduh Beijing “mengizinkan penerbangan meninggalkan China dan menginfeksi dunia” dan “secara virtual mengontrol” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Klaim itu lantas langsung ditanggapi oleh Direktur Komunikasi WHO, Gabby Ster. Dalam cuitannya, Ster membantah pernyataan Trump yang kerap menyebut jika WHO berada di bawah kendali negara tertentu.

“WHO memiliki 194 Negara Anggota; tidak ada pemerintah yang mengontrol kami,” tulisnya.

iklan

Menanggapi tantangan multilateralisme, Trump mengatakan bahwa para pemimpin global seharusnya terlebih dahulu menempatkan negaranya masing-masing.

“Selama beberapa dekade, suara yang sama mengusulkan solusi gagal yang sama untuk mengejar ambisi global dengan mengorbankan rakyat mereka sendiri, tapi hanya ketika Anda menjaga warga negara Anda sendiri, Anda akan menemukan dasar yang benar untuk (membangun) kerja sama,” kata Trump.

“Sebagai presiden, saya menolak pendekatan yang gagal di masa lalu, dan saya dengan bangga mengutamakan Amerika, sama seperti Anda yang harus mengutamakan negara Anda. Tidak apa-apa. Itulah yang harus Anda lakukan,” lanjutnya.

Sementara itu dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut krisis kesehatan sebagai “momen kita pada 1945”, merujuk Perang Dunia II. Dia menggambarkan Covid-19 sebagai “virus beracun yang mengguncang dasar demokrasi di banyak negara”.

Pernyataan Guterres juga menyinggung tentang meningkatnya kemiskinan global dan retaknya hubungan diplomatik. Dia memperingatkan kebuntuan yang semakin pahit antara China dan AS yang hubungan diplomatiknya bergerak “ke arah yang sangat berbahaya”. (cnn/data2)

Iklan