Rektor Kubu Yayasan Harap Dualisme ITM Diakhiri

foto: istimewa
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Ir. Ramlan Tambunan MSc yang ditunjuk oleh Yayasan Dwi Warna sebagai Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) menepis adanya dualisme.

Dikatakan, dirinya adalah Rektor yang sah, diberi amanah oleh Yayasan yang mengatongi sertifikat, karena menurutnya tidak ada pemimpin lembaga sosial dua kubu.

Demikian diungkapkan Ramlan Tambunan saat dihubungi Waspada Online via seluler, Rabu (16/9).

“Saya kan diamanahkan oleh yayasan yang sah, kenapa mereka tiba-tiba mengatakan dua yayasan. Pemerintah harus melihat sebenarnya siapa yang sah yayasannya, jangan dikatakan dua rektor,” katanya.

Ir. Ramlan Tambunan MSc

Ramlan mengungkapkan, harusnya pemerintah jeli melihat persoalan ini, tidak mungkin dalam satu rumah ada dua pemimpin, pastinya ada salah satu, dan pemerintah harus melihat itu.

iklan

“tentunya orang yang sah pemiliknya adalah yang punya sertifikat, yang sertifikat untuk mengangkat Rektor itu hanya Cemerlang sebaga Ketua Yayasan, saya diangkatnya, saya sebagai Rektor tidak menganggap ada dualisme,” ujarnya.

Selain itu, Ramlan juga menuding, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) adalah penyebab diberikannya Sanksi Administrasi Berat terhadap kampus kuning tersebut.

“Karena perbuatan mereka membuat seperti itu sehingga pemerintah, Dikti menganggap ada dualisme. Sebenarnya dari kita menganggap gak ada, mereka yang bikin itu, kalau ada keputusan seperti itu, ya kita terima,” ungkapnya.

Ramlan juga membeberkan, konflik di kampus kuning tersebut akan berakhir kalau Yayasan dan Pembina menyelesaikan konflik yang terjadi.

“Sekarang inikan yang berkonflik itu pemilik dengan pemilik, kalau mereka tidak mau mengakhiri, kita sebagai pekerja mau bilang apa, saya hanya pelaksana akademis,” bebernya.

Terakhir Ramlan berharap, agar yayasan dan pembina segera mengahiri konflik yang ada, sebab menurutnya ITM adalah lembaga pendikan untuk mencerdaskan anak bamgsa.

“Harusnya Pak Cemerlang dan Pak Rijal Masri memikirkan itu, karena mereka yang berkonflik saat ini, harapannya kembali baguslah,” tutupnya. (wol/man/data2)

Editor: Agus Utama

Iklan