Polrestabes Tangkap 4 Pemain “Becak Hantu,” 1 Ditembak

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap empat kawanan maling menggunakan becak bermotor dalam penyergapan di dua lokasi berbeda.

Bahkan, 1 dari 4 kawanan maling yang aksinya sempat viral di Media sosial (Medsos) itu terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat akan dibawa pengembangan untuk mencari barang bukti kejahatannya.

Adapun ke empat kawanan maling yang terkenal dengan istilah “Becak Hantu” ini masing-masing berinisial ASP alias Toni (17) warga Jalan Cendrawasih, Elang II Ujung, Kelurahan Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, A alias Lulu (21) warga Jalan Pasar I, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deliserdang.

Lalu, 2 rekan wanitanya yakni HP (28) warga Jalan Elang II, Kelurahan Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, dan LS (40) warga Jalan Asrama Kodam, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

“Ke empat kawanan maling ini kita bekuk Sabtu (26/9) sekira Pukul 13.00 WIB dan pukul 16.00 WIB dari Jalan Pasar I, Desa Tambak Rejo, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, dan di Jalan Pasar VIII, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deliserdang,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing, Selasa (29/9).

iklan

Kawanan maling dengan sasaran sepeda motor ini, Martuasah menerangkan terakhir beraksi di Jalan Alamanda Raya, Komplek Permai Siantar Martoba, Kota Medan.

Di rumah milik Dina Triana (42), para tersangka berhasil membawa kabur 2 unit sepeda motor Honda Beat warna merah BK 2341 WAP dan sepeda motor Honda Beat warna Hitam BK 2885 ABE yang diparkirkannya di garasi rumahnya tersebut.

“Para pelaku membawa kabur sepeda motor milik korbannya dengan cara merusak gembok gerbang pintu rumah korban. Selanjutnya kasus inipun dilaporkannya ke Polrestabes Medan,

Dari laporan korban, Martuasah mengungkapkan petugas berhasil membekuk tersangka A alias Lulu dari Jalan Pasar I, Desa Tambak Rejo Tanah Garapan, Kecamatan Medan Tembung, Kabupaten Deliserdang.

Dari pengakuan tersangka A alias Lulu inilah, sambung Martuasah, ke tiga tersangka lainnya yakni ASP alias Toni, HP dan LS berhasil diciduk dari kawasan Pasar VIII, Desa Helvetia, Kabupaten Deliserdang, dapat diamankan.

Namun, pada saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti hasil curiannya, tersangka A alias Lulu malah melawan petugas dan berusaha kabur. Sehingga dilakukan upaya paksa dengan cara menembak kakinya.

“Saat diinterogasi para tersangka sudah 18 kali beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan. Adapun barang bukti yang disita dari para tersangka berupa 2 unit kunci letter Y dan Letter L, 6 unit anak kunci letter T, 1 unit magnet kunci, 4 unit handphone, 1 unit gunting potong, 2 buah jaket merah dan biru, 1 unit rice cooker dan rekaman CCTV dari medsos,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan