Poldasu Tetapkan Rektor UINSU Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK (WOL Photo/Sastroy Bangun)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Dit Reskrimsus Polda Sumut akhirnya menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pembangunan gedung UINSU Tahun Anggaran 2018 senilai Rp44,97 miliar.

Pasalnya, pembangunan gedung perkuliahan yang dikerjakan kontraktor PT Multi Karya Bisnis Perkasa (MKBP) itu diduga mangkrak.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan ke tiga tersangka berinisial SS selaku pejabat pembuat komitmen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), JS Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa, dan S selaku Rektor UINSU

“Penetapan tiga tersangka berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor: R-64/PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 sebesar Rp. 10.350.091.337,98,” katanya, Selasa (1/9).

Tatan menerangkan, pada Juli 201, Rektor UINSU Medan berinisial S pada Juli 2017 memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat proposal Pengajuan pembangunan gedung kuliah terpadu kepada Kementerian Agama RI dengan surat Rektor UIN Sumatera Utara Nomor : B.305 / Un.11.R2 / B.II.b / KS.02 / 07 / 2017, tanggal 4 Juli 2017, dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp. 49.999.514.721,00, yang kemudian disetujui oleh Kementerian Agara RI sebesar Rp50 milliar.

iklan

Namun, Tatan menerangkan sampai sekarang kondisi bangunan gedung kuliah yang dikerjakan oleh PT MBP tidak selesai dan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya. Padahal, menurutnya negara telah membayarkan 100 persen pembangunan gedung tersebut.

“Adapun barang bukti yg diamankan yaitu kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan Tahun Anggaran 2018. Dokumen pelaksanaan pencairan anggaran serta laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh tim ahli dari ITS Surabaya, LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan