Poldasu Bungkam Dugaan Korupsi BBPJN II Satker PJNW II

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Kasus penyelidikan dugaan korupsi pengadaan di Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumut, hingga kini belum diketahui kejelasannya.

Padahal, penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Poldasu telah melakukan penggeledahan kantor tersebut di Jalan Busi, Kecamatan Medan Kota, pada Senin (8/6) tiga bulan lalu.

Dari penggeledahan yang dipimpin Plt Kasubdit III/Tipikor Kompol Wira, menyita sedikitnya 2 box plastik besar dokumen.

Terkait proyek pengadaan barang itu, bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Erison Manjerang. Belum diketahui apakah Erison Manjerang sudah diperiksa atau tidak.

Dir Reskrimsus Poldasu, Kombes Rony Samtana, dikonfirmasi soal perkembangan kasus dugan korupsi itu belum mendapat keterangan.

iklan

Demikian juga Kasubbid Penmas Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, yang dikonfirmasi mengatakan belum mendapat data atau keterangan dari Kasubdit.

“Sudah saya tanya tapi HP saya tidak diangkat Kasubdit Kompol Wira, WhatsApp yang saya kirim juga belum dibalas,” kata Nainggolan, Jumat (11/9).

Diketahui, saat penggeledahan kantor, personil Subdit Tipikor yang memakai rompi dikawal dengan personil Direktorat Sabhara Poldasu yang berpakaian lengkap. Petugas menggeledah ruangan yang posisinya di sudut kantor tersebut.

Tampak, petugas menyita sejumlah berkas yang ada di ruangan itu. Satu persatu berkas dikumpulkan di beberapa box.

Penggeledahan ketika itu, Senin (8/6) dimulai diperkirakan pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Usai melakulan penggeledahan, sejumlah berkas yang ada di box tersebut dimasukkan ke mobil Innova warna abu-abu BK 808.

Sebelum meninggalkan lokasi tersebut, sejumlah personil Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu masuk ke gedung utama BBPJN II. Di gedung ini, sejumlah wartawan tidak diperbolehkan masuk.

Hampir satu jam, para personil kemudian keluar. Namun, para petugas tidak mau memberi komentar apapun.

“Nanti saja, sama pak direktur aja ya,” kata seorang perwira bernama Kompol Wira Prayatna.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan