Penyekatan di Kepulauan Nias Berlaku Mulai 21 September

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan kepala daerah se-Kepulauan Nias menandatangani kesepakatan bersama tentang optimalisasi penanganan bersama Covid-19 di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Rabu (16/9).

Hal ini diharapkan dapat mempercepat penanganan Covid-19 yang saat ini sudah menyebar di Kepulauan Nias. Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani oleh Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Wali Kota Gunungsitoli Lakhomizaro Zebua, Bupati Nias Utara Marselinus Ingati Nazara, dan Bupati Nias Selatan Hilarius Duha.

Ada beberapa hal yang disepakati, antara lain penyekatan aktif untuk orang yang datang maupun di dalam Nias hingga membentuk satuan tugas khusus penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias.

“Jadi kita melakukan penyekatan aktif di Nias. Ini tidak boleh kita tunda lagi. Yang pertama kita sekat adalah penerbangan dari Jakarta ke Nias dan dari Medan ke Nias. Disekat bukan berarti distop,” kata Gubsu.

Begitu juga dengan penumpang yang menggunakan kapal dari Sibolga, Aceh Singkil maupun Teluk Bayur (Sumbar). Nantinya, penumpang harus menunjukkan hasil tes swab negatif. Meski negatif, kata Edy, penumpang yang baru datang harus diisolasi selama tiga hari.

iklan

“Saya berharap di Nias benar-benar total isolasi, rupanya tidak bisa, perlu waktu. Untuk itu yang disekat adalah penumpang yang datang ke Nias. Dia harus bawa surat swab pernyataan negatif. Namun, begitu sampai sini harus isolasi selama tiga hari,” kata Gubsu menegaskan.

Pada kesempatan tersebut, Gubsu bersama bupati/wali kota se-Kepulauan Nias sepakat penyekatan dimulai pada 21 September 2020 sampai dua minggu berikutnya. Edy melanjutkan Puskesmas tidak diperbolehkan merawat orang terpapar Covid-19 atau jadi tempat isolasi. Menurutnya, Puskesmas adalah tempat mengobati penyakit lainnya selain Covid-19.

Selain itu, Satgas Khusus Penanganan Covid-19 juga dibentuk dan dipimpin oleh Danrem 023/Kawal Samudera (KS) Febriel Buyung Sikumbang. Gubsu menjelaskan Satgas memiliki tugas penertiban kesehatan, pengaturan perawatan terhadap orang terpapar, dan berperan menyiapkan tempat isolasi.

Bupati Nias Sokhiatulo Laoli mengatakan ada beberapa kendala di Kepulauan Nias. Saat ini sudah ada tenaga kesehatan yang terpapar. Lalu, jumlah tenaga kesehatan maupun alat pelindung diri (APD) maupun alat swab masih minim. Sebab itu, pihaknya mengharapkan Pemprovsu dapat mengupayakan memenuhi segala kekurangan tersebut.

Mengenai keterbatasan swab di Nias, Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit mengusulkan untuk pengadaan lab PCR portable container. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan