Pengurus PSMS Siap Selesaikan Masalah dengan NDRC

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Kedatangan pemain-pemain baru PSMS Medan memaksa Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) angkat suara. APPI menyebutkan telah menyampaikan masalah yang menimpa klub-klub bermasalah kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Diketahui, APPI mengklaim PSPS Riau, PSMS, Perserang Banteng, PSKC Cimahi, dan Kalteng Putra dilarang transfer alias jual beli pemain. Hal ini dikarenakan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau Badan Penyelesaian Sengketa Nasional masih menjatuhkan hukuman kepada lima klub Liga 2 2020 itu terkait tunggakan gaji.

APPI pun meminta PT LIB konsisten untuk menjalankan hukuman tersebut. Di sisi lain, manajemen PSMS sedang menyelesaikan masalah terkait tunggakan gaji pemain.

“Mungkin kawan-kawan ada baca berita kalau PSMS punya tunggakan gaji mantan pemain, Mamadou Al Hadji. Jadi memang dia mantan pemain PSMS pada 2019 lalu,” kata Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja, Senin (31/8).

“Yang mana menjelang putaran pertama tahun lalu ada evaluasi tim dan Al Hadji tidak lagi dipakai di putaran kedua,” tambah Julius.

iklan

Akan tetapi, bek jangkung tersebut meminta gaji hingga Desember. Maka akhirnya dilakukan persidangan oleh NDRC. Hasilnya, NDCR meminta PSMS wajib membayar gaji Rp150 juta kepada si pemain.

“Sebenarnya sudah dibayar setengahnya, untuk bukti dan datanya ada,” jelas King, sapaan Julius.

“Sisanya, karena Covid-19 maka boleh dicicil. Namun begitupun, manajemen PSMS bersepakat akan membayar secepatnya tanpa dicicil. Jadi sebenarnya bukan tunggakkan seperti diberitakan. Namun, rencananya awal September ini akan kami lunasi hingga clear,” tutupnya. (wol/ari/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan