Normalisasi Hubungan, UEA Segera Buka Kedutaan di Israel

Foto: Ilustrasi (AP/Kamran Jebreili)
Iklan

Waspada.co.id – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan akan membuka perwakilan diplomatik di Israel, sebagai tindak lanjut normalisasi hubungan, sekitar tiga hingga lima bulan mendatang.

Dilansir dari surat kabar Israel, Israel Hayom, yang dikutip Middle East Monitor, Minggu (12/9), menurut sumber pejabat UEA, gagasan itu muncul setelah kedua belah pihak berunding didampingi delegasi dari Amerika Serikat.

“Saya pikir warga Israel bisa mendapatkan visa UEA dari kedutaan di Israel yang kemungkinan akan berdiri tiga hingga lima bulan dari saat ini,” kata sumber itu.

Perundingan itu dilakukan oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Israel dan Uni Emirat Arab, serta delegasi AS di Abu Dhabi.

“Abu Dhabi mempertimbangkan membuka konsulat di Haifa atau Nazareth di samping mendirikan kedutaan besar,” ujar sumber itu.

iklan

“Kami memang bukan hanya berniat melakukan perjanjian damai dengan Israel di tataran gagasan, tapi dalam kenyataan berdamai dengan seluruh penduduk Israel, dan sangat penting bagi kami untuk hadir di tengah etnis Arab di Israel, yang kami nilai sebagai rekan penting dalam hal perdamaian,” kata sumber itu.

Usai melakukan normalisasi hubungan pada 13 Agustus lalu, UEA membuka jalur penerbangan langsung dari Israel. Hal itu ditandai dengan pendaratan pertama pesawat maskapai Israel, El Al, di bandara Abu Dhabi, pada pekan lalu.

Arab Saudi dan Bahrain juga membolehkan ruang udara mereka dilintasi pesawat maskapai Israel, tetapi sampai saat ini kedua negara itu belum melakukan normalisasi hubungan.

Kesepakatan antara UEA dan Israel ditengahi oleh Amerika Serikat. Sejumlah negara di jazirah Arab dilaporkan segera mengikuti jejak UEA. Akan tetapi sampai saat ini belum ada yang menyatakan hal itu.

Kesepakatan antara UEA dan Israel menuai kecaman dari pemerintah Palestina. Faksi-faksi politik Palestina, Hamas dan Fatah, kecewa dengan kesepakatan itu.

Pemerintah Iran bahkan menuduh UEA sebagai pengkhianat karena mau berdamai dan membolehkan Israel menggunakan wilayahnya sebagai pangkalan militer. (Middle East Monitor/cnn/data3)

Iklan