Nawal Ajak UMKM Manfaatkan Kemudahan Penjualan Digital

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Bahkan tidak sedikit UMKM terpuruk akibat pembatasan aktivitas di luar rumah dan tatap muka sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Untuk itu, UMKM diharapkan dapat memanfaatkan kemudahan pasar digital yang saat ini banyak pilihannya untuk memasarkan produknya. Mulai dari e-commerce hingga media sosial, banyak yang bisa digunakan secara gratis.

“Saat ini, banyak pilihan aplikasi memudahkan penjual dan pembeli. Saya harapkan UMKM dapat memanfaatkan kemudahannya,” ujar Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Nawal Edy Rahmayadi, dalam Webinar Peningkatan Ekonomi UMKM Provinsi Sumut di Kantor TP PKK Sumut, Jalan Teuku Cik Diktiro Medan, Rabu (30/9).

Dengan menggunakan aplikasi, penjualan UMKM diharapkan dapat meningkat di tengah pandemi. Apalagi UMKM adalah penggerak ekonomi yang cukup besar bagi negara.

“Meski pandemi membatasi kegiatan kita, kehidupan harus tetap berjalan. Untuk itu, UMKM harus beradaptasi dengan menggunakan toko digital,” ujar Nawal.

iklan

Selain itu, Nawal juga mengajak masyarakat untuk mendukung UMKM dengan membeli produknya. Semakin banyak masyarakat yang membeli produk UMKM, maka semakin besar pula peluang UMKM untuk berkembang dan maju.

Marketing Executive Grabfood Medan, Gustiyansyah Ilham Firdaus, menyampaikan UMKM merupakan roda penggerak ekonomi terbesar di Indonesia. UMKM di Indonesia berjumlah 62 juta unit atau hampir 99 % dari seluruh unit usaha di Indonesia.

“Bisa dibilang UMKM adalah pahlawan terdepan penggerak perekonomian di Indonesia,” ujar Ilham.

Meski jumlahnya besar, Ilham mengatakan ada 23 juta UMKM yang memanfaatkan digital hanya sebatas telepon dan internet saja. Padahal, banyak potensi dari digital yang bisa dioptimalkan menunjang pemasaran maupun penjualan UMKM.

Selanjutnya, Ilham memaparkan pertumbuhan e-commerce di Indonesia termasuk tercepat di dunia mencapai 78%. Lantaran saat ini masyarakat Indonesia tidak keluar rumah, sehingga e-commerce menjadi alternatif tempat belanja. Total yang dibelanjakan masyarakat Indonesia di e-commerce tercatat mencapai Rp3,19 juta per orang.

“Nah, ini merupakan potensi yang besar, sudah saatnya kita beralih dari offline ke dunia digital bisa dari e-commerce, whatsapp, facebook dan sebagainya,” ujar Ilham. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan