Media AS Soroti saat Biden Dipeluk Istri Usai Debat Capres, Sedangkan Trump dan Melania Saling Tepuk Lengan

Foto: The Girl Sun
Iklan

OHIO, Waspada.co.id – Debat perdana calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) yang digelar di Cleveland, Ohio, telah selesai. Di saat moment akhir, kedua capres dihampiri oleh istri masing-masing. Namun, ada sedikit perbedaan saat Joe Biden yang dipeluk istrinya, sementara Donald Trump dan istrinya hanya saling menepuk lengan.

Seperti dilansir The Telegraph, Rabu (30/9), kejadian kecil semacam ini menjadi pembahasan media. Baik Trump maupun Biden sama-sama didampingi oleh keluarga mereka dalam debat capres yang digelar di Cleveland, Ohio, dengan jumlah penonton terbatas ini.

Setelah moderator debat, Chris Wallace dari Fox News, menutup debat pertama ini, Trump dan Biden masih berdiri di belakang podium masing-masing. Tidak ada jabat tangan di antara keduanya untuk menutup debat, mengingat protokol social distancing masih diterapkan di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Trump sempat hendak beranjak dari podiumnya, namun dia tetap berdiri di samping podiumnya saat mengetahui istrinya, Melania, berjalan menghampirinya ke atas panggung. Melania yang tampak elegan dengan setelan warna hitam yang dipadukan dengan kemeja putih itu, tampak tersenyum.

Saat Melania mendekat, Trump tampak menepuk dan mengelus lengan istrinya. Melania membalasnya dengan menepuk lengan suaminya. Melania kemudian berdiri di samping Trump dengan senyum semringah. Dia sempat bercakap-cakap ringan dengan Trump.

iklan

Sementara istri Biden, Jill, juga menghampiri suaminya ke panggung. Jill kemudian memeluk suaminya dengan hangat dan disaksikan oleh pendukungnya.

Kedua capres dan pasangan masing-masing kemudian berdiri sejenak di panggung dan mengucapkan terima kasih kepada para hadirin, sebelum meninggalkan lokasi.

Trump tampak menggandeng tangan Melania dan sebelum dia meninggalkan panggung debat, beberapa penonton terdengar meneriakkan ucapan dukungan untuknya. “Kami mencintai Anda, Trump!” teriak pendukung Trump. (Telegraph/data3)

Iklan