Longsor di Tambang Emas Kongo Tewaskan 50 Orang

Foto: AFP
Iklan

KINSHASA, Waspada.co.id – Bencana tanah longsor terjadi di lokasi galian tambang emas di Kota Kamituga, Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo pada Jumat (11/9) dan menewaskan setidaknya 50 orang. Menurut Wali Kota Kamituga, Alexandre Bundya, jumlah korban belum dapat dipastikan, bisa saja bertambah.

Dilansir dari AFP, pada Sabtu (12/9) Gubernur Provinsi Kivu Selatan, Theo Ngwabidje Kasi, menyebutkan jumlah korban sementara dan menyesalkan kejadian tersebut. “Kematian tragis 50 orang, mayoritas masih muda,” ujar Theo.

Berdasarkan kesaksian seorang warga yang berada di lokasi kejadian, Jean Nondo, dalam insiden itu ada lebih dari 50 orang tewas, dan hanya satu orang yang selamat. Ia juga menuturkan, saat kejadian berlangsung, sungai yang berada di dekat tambang banjir akibat hujan deras dan air kemudian masuk ke tiga terowongan. Saat pekerja berusaha keluar, tidak ada jalan karena air mengalir deras dengan tekanan tinggi.

Bundya, selaku Wali Kota Kamituga mengambil kesimpulan bahwa penurunan tanah akibat hujan lebatlah yang menjadi penyebab insiden tersebut. Atas kejadian itu, ia memutuskan masa berkabung dua hari dan meminta penduduk setempat turut serta membantu mengeluarkan jenazah korban.

Kecelakaan di tambang darurat Kongo memang kerap terjadi, dan seringkali memakan korban jiwa. Banyak tambang semacam itu berada di daerah terpencil sehingga kecelakaan tidak dilaporkan. Para penambang ilegal menjual hasil galian ke pedagang lokal, yang kemudian menjualnya ke perusahaan asing besar.

iklan

“Penyelidikan harus dilakukan untuk mengetahui penyebab bencana ini. Pihak berwenang harus mengambil tanggung jawab alih-alih mengenakan pajak bagi para penambang ini.” kata perwakilan masyarakat sipil, Nicolas Kyalangalilwa. (cnnindonesia/jul/data3)

Iklan