KPU Sumut: Pendaftaran Pilkada Dibuka Kembali 11 September

Komisioner KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga (WOL Photo)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara kembali membuka pendaftaran pasangan calon peserta Pilkada Serentak 2020 di 4 daerah, lantaran di sejumlah wilayah itu baru ada satu bakal pasangan calon yang mendaftar.

Daerah tersebut yakni; Pematang Siantar, Serdang Bedagai, Gunung Sitoli, dan Humbang Hasundutan.

Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, mengatakan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum memperpanjang masa pendaftaran.

“Tanggal 8, 9, 10 September melakukan sosialisasi. Tanggal 11, 12, 13 September KPU membuka pendaftaran kembali,” kata Benget kepada Waspada Online Saat dihubungi Via telepon, Selasa (8/9) malam.

Dikatakan, pada prinsipnya dilakukan perpanjangan, ada beberapa hal yang diatur, pertama; jika masih ada partai politik yang belum mendaftarkan bakal pasangan calon, namun kursi partai politik cukup 20 persen, maka paslon tersebut boleh mendaftar di masa perpanjangan itu.

iklan

“Jika dalam hal tersebut ada partai politik lagi yang tersisa, namun ada bakal calon independen yang kemarin sudah mengusulkan dukungan, jumlah mencukupi sudah diverifikasi namun tidak mendaftar pada tanggal 4-6 kemarin, maka dia juga bisa mendaftar masa perpanjangan ini,” ucapnya.

Benget menjelaskan, jika kemudian ada partai politik yang kursinya tidak mencukupi 20 persen atau suara sahnya tidak mencukupi, maka mereka boleh mendaftar jika pasangan calon yang sebelumnya yang diterima, mau mendaftar ulang dan mengubah komposisi koalisinya.

“Artinya ada partai politik yang dikeluarkan dan bergabung pada partai politik yang suaranya kurang 20 persen,” bebernya.

Selain itu, Jika tidak ada pasangan calon yang mendaftar di masa perpanjangan maka KPU akan menetapkan surat keputusan, bahwa peserta pilkada di daerah tersebut hanya satu pasangan calon.

“Pemilihan kepala daerah dengan satu pasangan calon, artinya mekanisme, prosedurnya kampanye, mengikuti peraturan pemilihan kepala daerah dengan satu pasangan calon,” tutupnya. (wol/man/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan