Komisi IV Minta Dinas KP Pikirkan Perluasan TPA Terjun

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS, meminta Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang ada di samping Taman Teladan pindahkan dekat gedung atlet Tuna Netra. Pasalnya kawasan Taman Teladan selain dipakai untuk berolahraga, diduga kerap dijadikan lokasi maksiat oknum-oknum yang mengelola usaha di seputaran Taman Teladan hingga dini hari.

“Banyak kios-kios kecil di seputaran itu. saya lihat banyak wanita panggilan. makanya kita minta tempat sampah itu dipindahkan saja dekat situ, supaya tidak ada lagi prostitusi dan jualan minuman keras di seputaran Taman Teladan,” pintanya dalam rapat pembahasan Rencana P-APBD 2020 Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan di ruang Komisi IV DPRD Medan, Selasa (15/9).

Alasan memindahkan TPS sementara itu, sebut Hendra, lantaran gedung yang dikelola Pemprovsu tersebut kosong dan tidak difungsikan. Disamping itu, Taman Teladan nampak terlihat indah jika dilihat dan secara tidak langsung kawasan Taman Teladan bersih dari praktik dugaan prostitusi.

Anggota Komisi IV DPRD Medan lainnya Dedy Aksyari Nasution dalam rapat mempertanyakan kajian akademis Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan perihal pelebaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Sebab dalam pembahasan pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), TPA Terjun bakal terkena pelebaran perubahan kawasan.

“Kalau jadi Perda RTRW Kota Medan ini ditetapkan, bakal ada pembebasan lahan sebesar 1029 hektar. Masak perlu beberapa hektar saja untuk perluasan TPA Terjun dinas terkait nggak dapat,” katanya.

iklan

Menjawab pertanyaan Hendra DS, Kadis Kebersihan dan Pertamanan (KP) Kota Medan, M Husni, mengaku akan berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat (camat). Sebab untuk memindahkan TPS sementara itu butuh dukungan dari pemegang wilayah. “Tempat yang ada sekarang ini masih representatif. Jadi kita akan memanfaatkan tempat yang ada dulu,” terangnya.

Mengenai perluasan TPA Terjun, Dinas Kebersihan dan Pertamanan sudah menyiapkan lahan baru di STM Hilir. Namun karena koordinasinya harus ke Pemkab Deli Serdang, sedikit mengalami kendala soal perizinan.

“Sementara untuk mencari lahan yang luasnya 15 hektar di Kota Medan ini yang di luar zona publik kan agak susah. Tapi kita juga akan maksimalkan perluasan, penataan berbasis industri untuk wilayah Kota Medan,” paparnya.

Husni menambahkan, pada pembahasan P-APBD 2020 pihaknya mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp5 miliar. Anggaran tersebut akan difokuskan pada perbaikan lampu jalan dan taman serta lampu di Stadion Teladan. “Dalam waktu dekat ini kan ada liga, Medan menjadi tuan rumahnya,” pungkasnya.

Rapat pembahasan P-APBD tahun 2020 yang dipimpin Ketua Komisi IV Paul Mei Anton Simanjuntak dan dihadiri anggota komisi Hendra DS, Dedy Aksyari Nasution, M Rizki Nugraha dan anggota lainnya akhirnya menyetujui perubahan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan