Keluarga Apresiasi Kinerja Polrestabes Tangkap Pembunuh Fitri Yanti

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Keluarga memberikan apresiasi kinerja Sat Reskrim Polrestabes Medan yang berhasil menangkap Fery Pasaribu (49) tersangka pelaku pembunuh tunggal, Fitri Yanti (45) pengendara ojol warga Jalan Bromo, Medan.

Demikian apresiasi itu disampaikan Yeni kakak korban di Mapolrestabes Medan, Kamis (24/9).

Menurutnya, selama ini pelaku menumpang hidup dengan korban, bahkan puluhan juta uang korban habis dipoya-poyakan pelaku dengan alasan utang.

“Bayangkan saja untuk mengontrak rumah dan makan sehari-hari mereka saja adek saya yang keluar uang. Lelaki pengangguran ini hanya bisa berlaku kasar kepada adek saya, dengan cara memukul, menendang hingga adek saya nyaris mati kalau tidak diselamatkan warga ketika mereka tinggal di Jambi,” tuturnya.

Yeni mengungkapkan, pada 2016 korban juga pernah dianiaya oleh anak tersangka, ketika itu korban berjualan Sate di Pasar Halat, kuah satenya dibuang, dagingnya dibuang, steleng jualan dipecahkan, kepala korban dihantam dengan pering hingga berdarah-darah.

iklan

“Namun disayangkan pada waktu itu kasusnya tidak ada di proses oleh Polsek Medan Kota,” ungkapnya.

“Oleh karena kami selaku keluarga korban mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan yang berhasil menangkap pelaku,” sambung Yeni.

Diketahui, Tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus pelaku pembunuhan terhadap Fitri Yanti pengendara ojol di daerah Riau.

Motif pelaku tega menggorok leher korban karena sakit hati, korban minta dibelikan rumah namun pelaku belum menyanggupinya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, mengatakan pelaku Ferry Pasaribu yang merupakan suami sirih korban sebelumnya telah merencanakan aksinya seminggu sebelum kejadian.

“Tersangka saat itu mengajak korban makan malam bersama. Namun dalam perjalanan, korban melihat ada sesuatu yang disembunyikan pelaku di pinggang belakang,” katanya didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah, Kamis (24/9).

Lebih lanjut, Riko menerangkan mengetahui pelaku membawa pisau, korban mengatakan kepada pelaku “bunuh saja aku, biar aku gak minta nafkah lagi sama kau”. Emosi, pelaku langsung mengeksekusi korban dengan cara menggorok lehernya di kawasan Jalan Mahoni, Pasar II, Desa Bandar Klipa.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan