Kejari Tanjungbalai Harus Berikan Tuntutan Tinggi Bagi Residivis H Kibal

WOL Photo
Iklan

TANJUNGBALAI, Waspada.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungbalai harus memberikan tuntutan tinggi kepada tersangka kasus penculikan serta residivis H Muhammad Kibal alias Kibal.

Demikian hal itu disampaikan pengamat hukum, Roder Nababan, yang turut memantau kasus kejahatan tersebut, Selasa (8/9).

Menurutnya, kasus yang dilakukan tersangka Kibal jelas-jelas tindak pidana karena membuat korbannya terluka. Sehingga tidak ada alasan bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini meringankan tuntutan tersebut.

Disinggung mengenai kabar bahwa antara pelaku dengan korban telah berdamai, Roder menjelaskan bahwasannya kasus kejahatan terhadap tersangka Kibal harus tetap dilanjutkan hingga ke persidangan.

“Kalau berdamai sah-sah saja. Namun, di sini JPU harus tetap melanjutkan perkara hingga ke pengadilan karena ini sudah terjadi tindak pidana, sebab korban terluka,” jelasnya.

iklan

Roder menambahkan, tersangka Kibal ini juga pernah divonis majelis hakim karena terbukti melakukan aksi penganiayaan terhadap masyarakat.

“Tuntutan tinggi sudah tepat diberikan kepada tersangka Kibal sehingga menimbulkan efek jera tidak mengulangi perbuatannya karena statusnya sebagai residivis,” ujarnya.

“Namun akan menjadi pertanyaan apabila jaksa memberikan tuntutan ringan atau membebaskan tersangka Kibal dengan bukti alasan sudah ada perdamaian? Padahal kasus ini murni tindak pidana walaupun sudah berdamai kasusnya harus tetap sampai ke persidangan,” tegasnya.

Diketahui, kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan tersangka Muhammad H Ikbal Batubara alias Kibal (42) bersama tiga rekannya AN alias Abal (37) warga Tanjungbalai, KH alias Udin (44) warga Aceh Selatan, dan TS alias Syahrul (37) warga Aceh Timur, terhadap korbannya Evin Edward Sitorus.

“Penyekapan dan penganiayaan terhadap korban karena sakit hati. Para pelaku dendam karena dianggap korban telah menggelapkan barang narkoba jenis sabu,” ujar Waka Polres Tanjungbalai Kompol H Jumanto.

Jumanto menyebutkan, empat orang pelaku ditetapkan tersangka dan diamankan terkait kasus percobaan pembunuhan itu.

“Pasal yang disangkakan berlapis, Pasal 338 junto Pasal 53 subsidair Pasal 170 subsidair Pasal 351 dan Pasal 333 KUHPidana, tentang tindak pidana percobaan pembunuhan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan perampasan kemerdekaan seseorang. Ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.

Selain itu, berdasarkan informasi yang diterima tersangka H Muhammad Ikbal Batubara merupakan residivis yang kerap keluar masuk.

Dalam kasusnya, HM Ikbal alias Kibal diduga melakukan penganiayaan terhadap korbannya bernama Ardiansyah Putra di Kandang Lembu Mandurasa pada 2017. Terhadap kasus penganiayaan itu, Pengadilan Negeri Kota Tanjungbalai menjatuhkan vonis 2 tahun penjara.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan