Kalah Karena Penalti Ganda, Hamilton: Ada Konspirasi

Foto: twitter
Iklan

SOCHI, Waspada.co.id – Pebalap Mercedes, Valtteri Bottas, menjuarai GP Rusia di Sirkuit Sochi dengan mengalahkan Max Verstappen (Red Bull), Minggu (27/9). Bottas melewati garis finish dengan keunggulan 7,729 detik atas Verstappen atau 1 jam 34 menit 00.364 detik.

Lewis Hamilton yang juga juara bertahan Formula One (F1) terkena dua penalti yang mengakibatkan dirinya harus puas merebut podium ketiga. The Boss terkena penalti 10 detik dan dikurangi dua poin.

Sempat mendapatkan penyelidikan akibat pelanggaran saat latihan start jelang lomba, Hamilton pun sempat terlempar dari 10 Besar karena penalti tersebut. Beruntung, pebalap Mercedes asal Inggris itu bangkit dan ikut naik podium. Hasil ini menggagalkan Hamilton menyamai rekor 91 kemenangan milik Michael Schumacher.

“Saya perlu membaca ulang buku peraturan tentang penalti yang saya terima. Saya sangat yakin belum pernah ada pebalap yang terkena penalti 10 detik seperti yang saya alami tadi,” kata Hamilton setengah berang.

“Saya tidak menempatkan atau membahayakan pebalap lain. Saya sudah lakukan segalanya di sirkuit dan tidak pernah ada masalah,” serunya lagi.

iklan

Disinggung tentang hukuman penalti tersebut terkesan berlebihan, Hamilton tegas menjawab bahwa ada konspirasi FIA yang ingin dirinya gagal juara. Pun demikian, sang juara bertahan tetap legowo dan langsung fokus ke seri berikutnya.

Sebaliknya, Bottas mencatat kemenangan kedua musim ini setelah menang di GP Spanyol. Kemenangan di Sochi juga membuat Bottas mendekati perolehan poin Hamilton di puncak klasemen sementara.

Saat ini, Bottas mengoleksi 160 poin atau masih tertinggal 45 angka dari Hamilton. Dengan balapan masih menyisakan tujuh seri, Bottas masih berpeluang mengejar rekannya tersebut. Finish kedua, Verstappen berada di peringkat ketiga dengan 128 poin. (wol/aa/crash/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan