Industri Rumahan Dituntut Manfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Industri rumahan dituntut mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengembangkan usaha. Apalagi pandemi Covid-19 telah mendorong percepatan terwujudnya Revolusi Industri 4.0, yang mensyaratkan pemanfaatan TIK secara maksimal.

Protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah, mengakibatkan kegiatan jual beli langsung bertatap muka berkurang drastis. Untuk itu, industri rumahan sudah seharusnya memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial hingga e-commerce.

“Revolusi Industri 4.0 semakin cepat tercapai karena pandemi Covid-19. Kita semua dituntut menggunakan teknologi informasi. Kalau kita tidak menggunakan ini, sangat terbatas kemampuan kita,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Hj R Sabrina pada acara ‘Penguatan Industri Rumahan Berbasis Teknologi Informasi Komunikasi’, Kamis (24/9).

Sabrina mengajak para pelaku industri rumahan yang hadir agar lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi informasi, khususnya dalam melakukan pemasaran produk seperti yang berhasil dilakukan banyak youtuber.

“Para youtuber itu bisa karena mereka terus mencari ide kreatif. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak?!” ujar Sabrina setengah bertanya.

iklan

Dikatakan, para pelaku industri rumahan kebanyakan perempuan dan sebagian besar belum menggunakan teknologi informasi. Karena itu, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan pelaku industri rumahan, terutama yang terdampak pandemi Covid-19.

“Jadi pemberdayaan ekonomi industri rumahan ini tidak hanya meningkatkan status ekonomi keluarga, namun juga memperkuat ketahanan keluarga serta kontribusi perempuan terhadap pendapatan keluarga dan ekonomi daerah,” kata Sabrina.

Entrepreneur yang juga pendiri Mobil Wisata Edukasi Entrepreneurship (MOWIEE), Alween Ong, mengatakan pentingnya pelaku industri rumahan memiliki toko luar jaringan (offline) dan dalam jaringan (online). Menurutnya, wirausaha tidak hanya harus memiliki toko dalam bentuk fisik saja, toko daring juga sangat penting di masa pandemi Covid-19 kala minim pengunjung.

Alween menyampaikan ada beberapa media yang bisa digunakan, mulai dari Instagram, Facebook hingga Youtube. Alween juga mengimbau para wirausahawan mengoptimalkan mesin pencarian Google.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut, Nurlela, menambahkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku industri rumahan yang notabene perempuan mengenai pemasaran di media digital. Alhasil, pelaku industri bisa mengembangkan pasarnya di masa pandemi Covid-19. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan