Heboh Presiden Jokowi Diusulkan Jadi Sekjen PBB

Presiden Jokowi sampaikan pidato di Sidang Umum PBB, secara virtual. (Foto : Biro Pres Sekretariat Presiden/Lukas)
Iklan
agregasi

JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi sorotan banyak pihak di Tanah Air. Bahkan, pianis, Ananda Sukarlan yang mengusulkan agar Jokowi menjadi Sekjen PBB, usulan ini diamini komposer Addie MS dan juga warganet.

Postingan Ananda Sukarlan menuai ratusan komentar. Tak sedikit netizen yang mendukung usulan tersebut, meski tetap ada yang tak setuju.

“Pidato pakde @jokowi di Sidang Umum PBB keren banget. Berani, lugas, tegas, akurat. Jokowi for next Sekjen PBB!,” demikian tulis Ananda Sukarlan melalui akun Twitter-nya @anandasukarlan.

Sementara Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai dorongan itu sah-sah saja meskipun, ia menangkap kesan bahwa usulan itu juga dijadikan sebagai bahan tertawaan karena ada yang membuat plesetan bahwa PBB yang dimaksud adalah PBB partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra. Tapi, harapan ini luar biasa jika terwujud.

“Harapan publik kalau Presiden atau mantan Presiden jadi sekjen PBB itu hebat sekali dan itu sejarah untuk kita terlepas menjadi meme, lucu-lucuan atau hiburan warga. Tidak masalah, tidak perlu kita seriusi urusan ini. Kadang berawal dari lucu-lucuan ini jangan-jangan betul terwujud,” kata Pangi saat dihubungi SINDO Media, Sabtu (26/9/2020).

iklan

Soal kepantasan Jokowi sebagai Sekjen PBB, menurut Pangi, pantas saja Jokowi menjadi Sekjen PBB. Apalagi, Jokowi dalam pidatonya memberikan masukan agar PBB ada perbaikan dan usulan ini menarik. Yang disayangkan hanya inkonsistensi Jokowi dalam penggunaan bahasa, yang awalnya bahasa Inggris lalu berubah menjadi bahasa Indonesia yang menimbulkan kesan Jokowi tidak mahir berbahasa Inggris.

“Cuma dari awal bahasa Inggris cuma seperti tidak mahir bahasa Inggrisnya justru malu-maluin Indonesia dan akhirnya bahasa Indonesia. Mestinya dari awal menggunakan bahasa Indonesia bahwa kita punya marwah menghargai bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia, jadi nampak inkonsisten aja,” sesalnya.

Akademisi UIN Jakarta berpandangan, apa yang disampaikan netizen itu juga bagian dari aspirasi masyarakat, terlepas hal itu disampaikan oleh pendukung setia Jokowi atau buzzer semata. Yang jelas, mereka ikut mendengar pidato Jokowi dan menilainya bagus.

Tapi, sambung Pangi, jabatan Jokowi sebagai presiden masih 4 tahun lagi dan masih jauh. Jadi ini baru wacana-wacana atau mimpi yang mungkin bisa menjadi kenyataan. Hanya saja, keberhasilan Jokowi memimpin pemerintahan ini juga menjadi tolak ukur nantinya.

“Ini kan itikad baik kita jadi Sekjen PBB, mulai dari sekarang wacananya. Tentu Pak Jokowi harus berhasil jadi Presiden, kalau gagal, diimpeach di tengah jalan ya akan sulit, nggak mungkin, citra beliau akan dipertaruhkan betul, tentu keberhasilan jadi tolak ukur,” ujar Pangi.

Iklan