Gubsu Lapor Pusat Tentang Kendala Pelabuhan Kuala Tanjung

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Beberapa kendala terkait Pelabuhan Kuala Tanjung dilaporkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kepada Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan secara virtual, Rabu (16/9).

Beberapa kendala tersebut mencakup pembebasan lahan tanah rakyat seluas 1.128 ha, pembebasan lahan 12 kepala keluarga (KK) untuk pembangunan rel kereta api, tingginya harga gas dan insentif perusahaan yang belum dibayarkan serta kurangnya pasokan listrik untuk Sumut.

“Beberapa kendala tersebut yang kita sampaikan pada Bapak, yang kita harapkan segera ditindaklanjuti. Karena mereka sudah bertanya terus Pak,” ucap Edy pada Menko Marves, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi serta lainnya.

Edy juga meminta pada Luhut untuk menuntaskan masalah defisit listrik yang terjadi di Sumut. Akibat persoalan listrik tersebut, beberapa investor yang sudah tertarik berinvestasi di Sumut pun mengurungkan niatnya.

“Listrik untuk rumah rakyat pasokannya cukup. Namun untuk perusahaan di antaranya Korea dan sebagainya tidak mau berinvestasi karena masalah listrik. Mereka memiliki perhitungan tersendiri, kenyataan memang energi listrik kita kurang andal,” katanya.

iklan

Menko Marves menyatakan harga gas di Sumut akan diselesaikan dalam waktu dekat dan dicari tahu penyebab perbedaan harga tersebut. Begitupula pembebasan lahan seluas 1.128 ha akan dicari kendala dan informasi lebih lanjut.

“Seharusnya mengenai harga gas tidak boleh terjadi, harga harus sama. Juga mengenai tanah 1.128 ha akan saya cek terlebih dahulu dan mengenai insentif perusahaan yang belum dapat untuk langsung menghubungi saya. Lainnya, biar yang bersangkutan yang menjawab,” katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab penyelesaian lahan untuk 12 KK akan diselesaikan pada tahun 2021. Menurut Budi, hal ini terkait pemotongan anggaran di Kementerian Perhubungan akibat Covid-19.

Wakil Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, mengakui saat ini memang terjadi kurang pasokan listrik di Sumut. Saat ini, dikatakan margin di Sumut hanya 3,4%. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan