GTPP Covid-19 Sumut Bakal Bantu RS Klaim Biaya Covid-19

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara siap membantu rumah sakit klaim biaya penanganan Covid-19. GTPP Covid-19 Sumut juga akan membentuk tim mempercepat proses klaim.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, ada enam rumah sakit yang telah mengajukan klaim dengan total biaya sekitar Rp284 miliar dari 3.917 kasus. Namun, klaim yang sesuai baru setengahnya, yakni sekitar Rp140 miliar dari 2.404 kasus dan yang masih dalam perselisihan (dispute) sekitar Rp143 miliar dari 1.513 kasus.

Disebutkan, ada sekira 40 rumah sakit belum mengajukan klaim biaya pengobatan Covid-19 ke Kementerian Kesehatan. Menurut Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, hal ini terjadi karena ketidaksepahaman antara manajemen RS dengan BPJS selaku verifikator. Sebagian RS juga belum mendapat informasi lengkap alur atau tata cara proses pengklaiman.

“Jadi kita akan bantu RS mempermudah klaim biaya ini, karena kita tahu keuangan faktor sangat krusial di rumah sakit,” kata Edy seusai teleconference dengan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (30/9).

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No 238/2020, Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir menyebutkan ada 10 kluster permasalahan yang menjadi terhambatnya klaim Covid-19. Dari 10 kluster tersebut, Kemenkes akhirnya memangkas masalah menjadi empat kluster melalui Kepmenkes No 446/2020.

iklan

Keempat kluster tersebut adalah berkas klaim tidak lengkap, kriteria penjaminan tidak sesuai ketentuan (permasalahan keterbatasan SPA di DTPK), diagnosis komorbid tidak sesuai ketentuan (ada diagnosa komorbid, tetapi tata laksana tidak terlihat di dokumen) serta diagnosis sekunder merupakan gejala utama (Covid-19).

“Ini harusnya lebih mempermudah RS dalam melakukan proses klaim Covid-19. Satu lagi, pengajuannya tanggal 10 tiap bulannya,” kata Abdul Kadir.

Luhut B Pandjaitan, juga koordinator penanganan Covid-19 untuk sembilan provinsi dengan kasus terbanyak di Indonesia, meminta kepala daerah membantu RS mempercepat klaim Covid-19. Luhut juga meminta kepala daerah membuat satuan tugas khusus menangani masalah klaim Covid-19.

Dirut BPJS, Fachmi Idris, mengatakan pihaknya dan Kemenkes telah bekerja keras mempercepat proses klaim biaya Covid-19. Pada 28 September lalu, Kemenkes melalui BPJS telah membayar total klaim Rp5,629 miliar dan Rp5,792 miliar (meningkat Rp163 juta) keesokan harinya. Untuk lebih meningkatkan hal tersebut, RS perlu tahu prosedur pengajuan klaim Covid-19.

“Kita tidak pernah berupaya menghambat klaim. Karena semua sistem saat ini online menggunakan aplikasi, jadi RS perlu melengkapi semua dokumen untuk verifikasi,” kata Fachmi. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan