Gaji Dipotong dan Dipecat Sepihak, Buruh PT Unibis Demo DPRD Medan

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Puluhan buruh yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kota Medan kembali turun ke jalan. Aksi mereka tersebut lantaran pihak terkait belum juga memberikan solusi atas apa yang mereka derita sejak 2018 silam.

Salah seorang pengunjukrasa meneriakkan, PT Unibis wajib mengembalikan gaji yang telah dipotong, memberikan fooding sesuai dengan jumlah kalori dan tepat waktu yang telah diatur oleh Undang Undang Ketenagakerjaan serta membayar upah lembur di luar jam kerja.

“PT Unibis harus membayar uang pesangon pekerja yang telah di-PHK sepihak oleh PT Unibis sesuai dengan anjuran dan putusan Mahkamah Agung. Membayar upah pekerja yang dirumahkan yaitu saudara Irsan Widodo dan Endang Suyanto,” teriaknya saat meluapkan isi hati di depan gerbang pintu masuk gedung DPRD Medan, Senin (21/9).

Massa juga menuntut perusahaan tetap membayar upah pada saat karyawan melakukan unjukrasa. “Tidak ada lagi intimidasi dan PHK sepihak yang dilakukan oleh PT Unibis dan wajib membayar upah lembur pekerja yang dipekerjakan pada hari libur Minggu/libur nasional,” tambahnya.

Massa selanjutnya mendesak kehadiran mereka disambut oleh anggota DPRD Medan agar memperjelas nasib mereka. Namun dikarenakan agenda cukup padat sampai akhir bulan September, perwakilan Humas Sekretariat DPRD Medan Ika, berjanji akan menyampaikan aspirasi buruh kepada Komisi II DPRD Medan.

iklan

“Saya sudah berkoordinasi ke Pak Sudari, katanya akan dijadwalkan rapat dengar pendapat dengan pihak terkait di bulan Oktober. Karena di September ini jadwal mereka (anggota Komisi II DPRD Medan) padat pak, buk,” terangnya kepada perwakilan massa di ruang transit lantai ground gedung DPRD Medan.

Kuatnya tarik menarik argument di masing-masing kedua kubu, akhirnya disepakati pertemuan akan dilaksanakan pada bulan depan. Dan massa yang sedari tadi menunggu di depan pintu gerbang membubarkan diri dengan tertib.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan