Firdaus: PWI dan SMSI Dua Sisi Mata Uang Yang Tak Terpisahkan

foto: istimewa
Iklan

ANYER, Waspada.co.id – Pengurus Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diingatkan untuk membangun hubungan baik dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal ini disampaikan Ketua Umum SMSI Firdaus pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I SMSI di Hotel Marbella Anyer, Serang, Banten Sabtu (26/9).

Firdaus mengatakan bahwa SMSI dan PWI tak ubahnya seperti dua sisi mata uang yang satu sama lain tetap melekat. Di mana SMSI didirikan oleh PWI karena sudah memprediksi akan terjadi penurunan pembaca media cetak yang beralih ke media online.

Maka itu, dibentuklah SMSI sebagai wadah pengusaha media siber. Peran PWI dalam pendirian SMSI sangat besar karena sebagai pendiri atau mandatori dari tingkat pusat maupun daerah.

“Awal-awal, SMSI di daerah dideklarasikan oleh PWI Provinsi. Maka tercatat dalam sejarah, bahwa Ketua PWI Provinsi adalah pendiri SMSI,” kata Firdaus.

Ditambahkan Firdaus, SMSI harus bisa mengupayakan kesejahteraan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan media. Firdaus juga mengatakan bahwa SMSI sudah memiliki news room yang akan menjadi media besar karena ditopang oleh ribuan perusahaan media.

iklan

“Saat ini, perusahaan media online bisa mendapat penghasilan dari adsense dan tak lagi bergantung iklan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Untuk itu, didirikannya news room siberindo.co sangat menguntungkan bagi anggotanya. Karena setiap media anggota bisa mengutip berita dari daerah lain yang tayang di siberindo.co,” sebutnya.

Beberapa provinsi yang mengirim utusan pada Rakernas, di antaranya Banten, Lampung, Jatim, Kalteng, Kepulauan Riau, NTB, Kalimantan Selatan, Maluku, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Provinsi yang mengikuti Rakernas via virtual di antaranya DI Yogyakarta, Papua, Papua Barat, Kaltim, Kalbar, dan Sulut.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengajak pengurus SMSI semakin memperkuat komitmen dan memperluas peranannya untuk menjadi media yang sehat bagi masyarakat. Menkominfo mengajak SMSI memerangi konten-konten negatif di sosial media.

Mewakili Dewan Pers, Hendry CH Bangun mengapresiasi pelaksanaan Rakernas yang berlangsung dengan mematuhi protokol Covid-19. Dikatakan, kelebihan SMSI berhasil menghimpun 1224 perusahaan media online di 34 provinsi.

“Saat ini banyak media yang mulai bangkrut, terlebih di masa pandemi. Maka itu, SMSI harus mencari jalan keluar agar media siber yang menjadi anggotanya bisa tetap bertahan,” pesannya. (wol/aa/rls/data2)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan