Egha Halim Terpidana Mati Jalani Pelatihan Tanam Sayur Hidroponik

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Egha Halim (49) terpidana mati kasus narkotika yang saat ini tengah menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Medan, kini aktif menjalani pembinaan dan pelatihan menanam sayuran hidroponik.

Selain aktif dalam kegiatan pelatihan penanaman sayur hidroponik, Egha Halim juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan yang di lakukan di Vihara Lapas Klas 1 Medan.

Egha menerangkan, dirinya selama menjalani pembinaan akibat terlibat kasus narkotika pada tahun 2014 lalu, kini dirinya telah benar-benar bertaubat dan lebih memperbanyak kegiatan dengan beribadah.

“Semua perbuatan saya sebagai bandar narkoba dulu telah saya sesali dan saat ini saya lebih mendekatkan diri kepada tuhan dengan perbanyak beribadah serta menghabiskan waktu di dalam lapas ini dengan mengikuti pelatihan menanam sayuran hidropinik,” ungkapnya, Rabu (9/9).

Diketahui, sebelumnya Egha Halim di vonis oleh Pengadilan Negri Medan pada 2014 lalu dengan hukuman seumur hidup atas kepemilikan ribuan narkotika jenis pil ekstasi, dan 4 tahun kemudian dirinya kembali di vonis dengan hukuman mati karena terbukti mengedarkan 33 ribu butir pil ekstasi.

iklan

“Setelah di vonis hukuman mati pada waktu itu, saya benar langsung berpikir untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Tuhan atas apa yang sudah saya lakukan. Dan saat ini cuma dengan cara mengisi sejumlah kegiatan yang ada di lapas seperti menanam sayuran hidropinik inilah yang dapat saya lakukan,” pungkas Egha Halim.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan