DPRD: Terlalu Lama Belajar Daring Mempengaruhi Mental Anak

Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST, mengaku saat ini sudah banyak orangtua siswa yang mengeluhkan sistem belajar daring (dalam jaringan) atau jarak jauh yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebab, kondisi itu sangat bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang kembali membuka tempat hiburan serta pusat perbelanjaan moderen, demi berjalannya roda perekonomian.

“Dengan pola belajar mengajar daring ini, khusus di Kota Medan menurut saya stagnan. Alasan pertama, karena orang tua pada kesulitan. Tidak semua orang tua mampu mengajar anak mereka di rumah. Yang kedua waktu belajar online digunakan lebih sedikit, para siswa lebih sering meluangkan waktunya untuk bermain game online,” ungkapnya kepada Waspada Online, Selasa (29/9).

Oleh karena sistem belajar daring ini yang kurang efektif, sebut politisi PAN ini, dapat mengkhawatirkan mental anak didik di masa akan datang. “Memang tanda-tanda stres itu tidak nampak, tapi tingkat kejenuhan anak-anak sudah mulai terlihat karena terlalu lama di rumah,” sebutnya.

Meskipun Dinas Pendidikan Kota Medan sudah memiliki modul pembelajaran jarak jauh, namun pihaknya belum mengetahui pasti seperti apa ke-efektifan sistem yang telah disusun tersebut.

“Sembari berjalannya waktu, kita pelajari lagilah keefektifan modul belajar dari yang dari Dinas Pendidikan Medan itu,” pungkasnya.(wol/mrz/data2)

iklan

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan