DPR: Kesadaran Protokol Covid-19 Harus Dimiliki Peserta Pilkada

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa saat ditemui usai rapat internal Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2020). (ANTARA/ Abdu Faisal)
Iklan
agregasi

JAKARTA – Pilkada serentak 2020 harus menjadi momentum dalam menggalakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19. Peran bakal calon pasangan kepala daerah (Bapaslon) dibutuhkan, karena kesadaran terhadap protokol kesehatan harus dimiliki seluruh peserta Pilkada.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa mengatakan, gelaran Pilkada tidak boleh menjadi ajanng penambahan angka kasus Covid-19. “Komisi II mengapresiasi deklarasi protokol kesehatan yang dilakukan bapaslon di daerah manapun. Pasalnya, kesadaran terhadap protokol ini harus dimiliki seluruh pihak terutama peserta pilkada,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa, Selasa (15/9/2020)

Menurut Saan, Pilkada 2020 tak boleh mengorbankan kesehatan masyarakat lantaran digelar di tengah pandemi Covid-19. Ia pun menekankan Pilkada harus menghasilkan mutu yang baik dari sisi partisipasi publik, dan memberikan jaminan hak pemilih dan standar demokrasi.

“Pilkada di tengah pandemi harus tetap aman bagi peserta dan terkhusus masyarakat. Maka, tahapan pilkada yang sudah dan akan dijalankan harus mengusung protokol kesehatan supaya pilkada tidak menjadi klaster baru virus corona,” paparnya.

Komisi II, ditegaskan Saan, akan terus mengawal implementasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19 selama tahapan Pilkada 2020. Bahkan, pihaknya berencana untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan hal tersebut.

iklan

“Komisi II rencananya akan menggelar blusukan ke sejumlah daerah untuk memantau langsung pelaksanaan Pilkada,” tuturnya.

Iklan