Di Masa Pandemi, MTQ ke-37 Sumut Bantu UMKM Bangkit

Foto: Biro Humas Dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

TEBINGTINGGI, Waspada.co.id – Sepanjang jalan di sekitar Lapangan Utama Astaka MTQ ke-37 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berjejer tenda yang disediakan Pemko Tebingtinggi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Tak hanya dari Tebingtinggi, pedagang dari luar daerah juga berdatangan. Irwansyah, pedagang baju dengan sablon MTQ asal Tebing Tinggi, pun terlihat sibuk merapikan barang dagangan saat ditemui Kamis (10/9).

Sehari-hari, ia bekerja membantu menderes getah karet di kebun milik orang lain. Kalau ada event-event besar seperti MTQ, pameran, ulang tahun Pemko, Irwansyah biasanya menjual baju seperti sekarang.

“Memang saya biasanya jual baju kalau ada event-event besar. Sudah ada penyedia barang langganan biasa. Alhamdulillah, terbantu lah dengan MTQ ini, karena sudah lama juga tidak ada kegiatan besar. Dengan bisa jualan lagi, terbantu pendapatan saya,” ujarnya.

Irwansyah bercerita biasanya pengunjung mulai ramai pada waktu sore hingga malam. Menyediakan 120 lusin pakaian sablon MTQ, sejauh ini dirinya sudah menjual sekitar 40 lusin lebih. Baju MTQ yang dijual Irwansyah pun variatif antara Rp35.000 hingga Rp85.000.

iklan

“Kalau barang tidak habis, saya kembalikan ke pabrikan langganan. Walaupun sudah disablon MTQ tidak masalah, karena bisa ditutup lagi, ada teknik sablonnya,” jelasnya.

Humami Mahfuza, pedagang musiman kerak telur asal Jakarta, juga menikmati penyelenggaraan MTQ ke-37 Sumut. Per harinya, Humami mengaku bisa menjual 70-100 porsi dengan harga Rp20.000.

Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakhri Siregar, menyampaikan kegiatan MTQ di Tebingtinggi juga harus membantu masyarakat kecil dan UMKM bangkit di masa pandemi Covid-19 sesuai arahan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi.

Lebih lanjut, Gul menginformasikan ada sebanyak 87 pelaku usaha yang mendaftar untuk mengisi stan dan tenda-tenda untuk berjualan. Banyak yang tidak tertampung di tenda, namun kesempatan diberikan bagi penjual di sepanjang jalan sekitar astaka khususnya makanan.

Di akhir, Gul berharap MTQ ke-37 Sumut ini menjadi perhelatan yang tidak hanya bersifat seremonial, lebih dari itu dikenang masyarakat dan menopang para pelaku usaha yang berupaya bangkit dari kesulitan ekonomi di masa pandemi.(wol/aa/data3)

Iklan