Corona di Amerika Serikat Tembus 7 Juta Kasus dan Dunia 32 Juta, PM Australia: Dunia Perlu Tahu Penyebabnya

PM Australia, Scott Morrison (UNTV Via AP)
Iklan

WASHINGTON DC, Waspada.co.id – Kasus corona di Dunia per hari ini (26/9) telah menyentuh 32.795.818 kasus. Sementara di Amerika Serikat (AS) kini mencatat lebih dari 7 juta kasus virus Corona (COVID-19). Kasus Corona pertama kali terdeteksi di wilayah AS pada 21 Januari lalu.

Artinya dibutuhkan waktu sekitar 8 bulan bagi AS untuk mencapai total 7 juta kasus di wilayahnya. AS pun menempati peringkat teratas sebagai negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (26/9), data penghitungan terbaru dari Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global menunjukkan total 7.030.887 kasus Corona kini terkonfirmasi di wilayah AS.

Total kematian akibat Corona di AS, menurut JHU, sejauh ini mencapai 203.615 orang. Dengan angka tersebut, AS berada di posisi teratas untuk negara dengan total kasus dan kematian akibat Corona terbanyak di dunia.

Menanggapi hal ini Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, menegaskan bahwa negara-negara di dunia harus melakukan semua hal yang mereka mampu untuk memahami asal-usul virus Corona (COVID-19).

iklan

Penegasan ini berpotensi memperburuk ketegangan dengan China.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (26/9), PM Morrison menyampaikan pidatonya dalam Sidang Umum Majelis Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) via teleconference video link pada Sabtu (26/9) waktu setempat.

Dalam pidatonya, PM Morrison menyatakan penyelidikan terhadap asal-usul virus COVID-19 akan meminimalkan ancaman pandemi global lainnya.

“Virus ini telah menyebabkan malapetaka bagi dunia kita dan orang-orangnya. Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk memahami apa yang terjadi tanpa tujuan lain selain untuk mencegahnya terjadi,” cetus PM Morrison dalam pidatonya.

“Ada mandat yang jelas untuk mengidentifikasi sumber zoonosis dari virus COVID-19 dan bagaimana penularannya ke manusia,” tegasnya.

Pernyataan PM Morrison itu mirip dengan komentar yang disampaikannya pada awal tahun ini, yang memperburuk hubungan antara Australia dan China. Saat itu, PM Morrison memimpin tuntutan global untuk menyelidiki asal-usul virus Corona. China menolak keras langkah itu, dengan Duta Besar China untuk Canberra memperingatkan bahwa seruan penyelidikan bisa memperburuk hubungan perdagangan kedua negara.

Sejak saat itu, China memberlakukan sanksi perdagangan terhadap Australia. Negara itu menangguhkan beberapa impor daging sapi secara teknis dan secara efektif memblokir perdagangan jelai senilai AUS$ 439 juta dengan menerapkan tarif 80,5 persen pada impor Australia. Tidak hanya itu, China juga meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap impor wine Australia.

Sementara itu, Australia juga menyerukan semua negara untuk berbagi pasokan vaksin Corona begitu ada yang sukses. Awal tahun ini, Australia menandatangani perjanjian vaksin dengan AstraZeneca, dengan batch pertama dijadwalkan mulai disalurkan pada Januari 2021 jika uji coba terbukti berhasil. (berbagai sumber/data2)

Iklan