Azhar: Marelan Paling Tinggi Pelanggaran Protokol Kesehatan

credit foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Tim Terpadu Monitoring Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang) kembali menggelar razia penegakan disiplin protokol kesehatan, Sabtu (19/9) malam.

Kali ini, seluruh tim difokuskan di Kecamatan Medan Marelan karena ada informasi masih banyak masyarakat tidak memakai masker. Ternyata benar saja, karena Wakil Ketua Satgas Pengendalian Pendisiplinan Protokol Kesehatan Mebidang Azhar Mulyadi terkejut melihat begitu ramai dan padatnya aktivitas warga di malam hari.

Karena itu, tak heran menurutnya Kecamatan Marelan merupakan salah satu daerah yang paling tinggi tingkat pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 selama operasi penegakan disiplin tersebut digelar.

“Kami cukup terkejut melihat ramainya daerah ini dan selama saya bertugas ini daerah tertinggi pelanggarannya. Karena itu, ketiga tim yang kita miliki dengan jumlah 113 personil yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Dinas Pariwisata Medan diarahkan ke kecamatan ini,” kata Azhar.

Operasi kali ini difokuskan pada daerah-daerah yang dianggap sebagai konsentrasi massa, seperti Pasar V Marelan, Jalan Platina, Tanah 600, dan Jalan Marelan Raya. Tim menyasar rumah makan, kafe-kafe, pusat kuliner, dan pusat keramaian warga. Dari operasi tersebut, 355 orang terkena sanksi fisik, delapan orang diproses BAP, dan puluhan diberi teguran lisan.

iklan

“Ini ketepatan malam Minggu, jadi massa cukup membludak di daerah-daerah operasi kita. Ada juga yang kurang kooperatif, pemilik usaha juga menerima wajib menerapkan protokol kesehatan seperti mengatur jarak bangku, mengingatkan pengunjung memakai masker atau tidak memperbolehkan pengunjung masuk tanpa masker,” tambah Azhar.

Di pusat kuliner Marelan Night Market dengan daya tampung 1.000 orang lebih. Azhar sempat memanggil pengelola dan meminta pertanggungjawaban. Hal ini mengingat banyaknya pengunjung yang tidak mengenakan masker dengan berbagai alasan, seperti tertinggal di rumah atau di kendaraan.

“Kami tidak ingin mengganggu usaha masyarakat, saya hanya ingin menegakkan aturan. Kasihan kita melihat kondisi masyarakat, sudah banyak yang kena. Bayangkan kalau ada satu saja yang kena, ini bisa menjadi klaster baru,” ujar Azhar menambahkan tim juga membagikan 700 masker.

“Saya prihatin lihat kesadaran masyarakat di sini menjalankan protokol kesehatan sangat rendah. Saya pernah bawa 1.000 sampai 3.000 masker, habis. Makanya kita harus ingatkan semua warga, termasuk pengelola,” katanya lagi.

Jiwi, pengelola Marelan Night Market, mengaku telah menyiapkan sarana pencuci tangan di beberapa titik plus menyusun meja dan kursi maksimal empat orang. Tetapi sebagian ada yang menarik kursi sampai enam orang di satu meja. (wol/aa)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan