Yuk! Napak Tilas ke Museum Perjuangan TNI Medan

WOL Photo/Rumondang Naibaho
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Beberapa hari lagi Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan Ke-75. Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini seluruh rakyat Indonesia memperingati hari sakral tersebut tanpa upacara bendera maupun perlombaan demi kebaikan dan keamanan bersama.

Walau begitu, semangat kemerdekaan tetap harus menyala. Karena itu merupakan wujud cinta tanah air dan menghargai jasa para pahlawan yang rela bertumpah darah untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Selain upacara, merayakan kemerdekaan dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan napak tilas ke tempat yang menjadi saksi kemerdekaan. Bagi warga kota Medan, banyak destinasi yang dapat dikunjungin untuk berwisata sejarah, salah satunya Museum Perjuangan TNI Kodam 1 Bukit Barisan yang berada di Jalan Zainul Arifin No.8 Medan.

Museum ini merupakan saksi perjuangan Kemerdekaan Indonesia khususnya di Kota Medan. Gedung peninggalan Belanda ini dipakai sebagai markas pertama Kodam I Bukit Barisan sekitar tahun 1950. Tempat ini menyimpan berbagai benda dan dokumen peninggalan militer Indonesia selama masa perjuangan memperthankan kemerdekaan.

Pemandu Museum Perjuangan TNI, Sersan Satu (Sertu) Jasiaman Sinaga, mengatakan penting bagi masyarakat untuk sesekali berkunjung ke museum. Sebab, museum merupakan sejarah negara yang seharusnya setiap warga Indonesia harus tahu tentang sejarah perjuangan bangsanya.

iklan
WOL Photo/Rumondang Naibaho

“Mempelajari museum sama seperti mempelajari diri kita sendiri. Jadi disitulah kita pelajari apa perbuatan tokohnya, apa maknanya dan bagaimana sejarahnya,” katanya saat ditemui Waspada Online, Jumat (14/8) lalu.

Pada halaman depan museum, pengunjung dibuat kagum dengan pemandangan tugu berbentuk api menyala yang tampak megah dan gagah. Tugu tersebut seolah menggambarkan kepada pengunjung agar senantiasa berapi-api serta menjunjung tinggi perjuangan TNI terdahulu.

Selanjutnya, melangkah ke halaman museum terdapat diorama bendera merah putih dan juga peta Indonesia. Lengkap dengan ukiran tulisan Proklamasi, Pantjasila dan UUD 45 bercat emas yang menghiasi dinding sebelah kiri museum. Tak hanya itu, bagian tersebut bertambah indah dengah semboyan “Patah Tumbuh Hilang Berganti” yang terpatri kokoh di dinding dan membuat semangat semkin berkobar.

Di bagian dalam museum pengunjung dapat melihat koleksi berupa seragam TNI terdahulu, berbagai dokumentasi masa lalu, dan lukisan-lusikan yang menceritakan masa-masa perjuangan. Juga sederet senjata tradisional dari berbagai daerah di sumut yang dipakai saat Pertempuran Medan Area seperti bambu runcing, berbagai jenis senapan, serta meriam tomang.

Segala koleksi tersebut dipajang dengan rapi pada puluhan etalase yang ada dalam museum. Selain menambah pengalaman seputar sejarah perjuangan TNI, pengunjung juga dapat berswafoto pada bangunan museum yang cukup aestetik dan instagenik. Untuk masuk ke museum tidak dikenakan biaya, dan museum buka pada setiap hari senin – Jumat pukul 8.00 – 14.30 WIB. (wol/ondang/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan