TNI Pastikan Tidak Gunakan Alat Pertempuran Dalam Tegakkan Protokol Kesehatan

Ilustrasi (ist)
Iklan
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Subbid Pam dan Gakkum Satgas Penanganan Covid-19, Kolonel Chk Aloysius Agung menegaskan dalam pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 tidak akan menurunkan alutsista.

“Kami dalam hal ini TNI tidak melibatkan unsur-unsur yang bertempur tidak, tidak sama sekali. Kita jangan bayangkan, begitu TNI turun maka yang diturunkan alutsistanya sama sekali tidak. Kita bicara menjalankan protokol kesehatan,” tegas Aloy dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

TNI, kata Aloy juga tidak terlibat dalam penegakan hukum. Murni hanya membackup dan mendukung peran Pemerintah Daerah untuk mendisiplinkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan. “Yang perlu saya tegaskan di sini bawa peran TNI bukan terlibat dalam penegakan hukum. Kami murni membackup, mendukung sesuai dengan peraturan undang-undang kami, bahwa kita membackup peran Pemda,” katanya.

Aloy pun menjelaskan kepada TNI terlibat di dalam Inpres ini? “Karena dengan kami hadir bersama-sama dengan institusi yang lain, instansi yang lain itu yang menunjukkan bahwa kita ini konsen, kita serius. Pandemi ini gak bisa kita anggap sesuatu yang itu, ah nanti sembuh sendiri,” kata dia.

“Kita masih harus melaksanakan upaya-upaya kesadaran yang ini yang perlu kita turun memberikan pembelajaran kepada masyarakat ‘eh penting loh pakai masker, eh penting loh cuci tangan’ dan masih banyak yang lainnya,” sambungnya.

iklan

Aloy menegaskan bahwa personil TNI yang dilibatkan hanya dalam rangka mendukung protokol kesehatan. Dan pendisiplinan protokol kesehatan ini adalah tergantung dari konsep operasi yang dibuat oleh Pemda. “Jadi bisa berbeda-beda ya, beda yang dilakukan dengan Kota Jakarta dengan konsep operasi Pemda yang ada di Papua, itu berbeda.”

Aloy mencontohkan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam menerapkan protokol kesehatan ini dengan mengedepankan kearifan lokal.

“Sebagai contoh kita bisa melihat keberhasilan, saya boleh ambil contoh di Madiun. Di Madiun itu ada sebutannya Pendekar Waras, pendekatan protokol sehingga warga menjadi sehat dan sebagainya seperti itu. Pendekar waras ini berhasil dan yang kita jadikan contoh project ke daerah-daerah lainnya,” kata Aloy.

Iklan