Sumut Masuk Konsep Pengembangan Pangan Terintegrasi

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengikuti Sidang Tahunan MPR Penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Senayan Jakarta melalui video konferensi dari Gedung Paripurna DPRD Sumut, Jumat (14/8).

Dalam sidang itu, konsep pengembangan pangan terintegrasi menjadi satu poin penting dalam catatan pemerintah. Dalam suasana pandemi melalui enam layar besar, peserta khidmat mengikuti Sidang Tahunan MPR dalam rangka HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilanjutkan pidato Presiden Jokowi tentang RAPBN 2021 dan Nota Keuangan.

Pada pidato kenegaraannya, Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait kondisi bangsa yang tengah menghadapi wabah Covid-19. Lebih dari 20,4 juta kasus terjadi di seluruh dunia, dengan jumlah kematian mencapai 744 ribu jiwa hingga 13 Agustus 2020.

Karena itu, dampaknya dirasakan semua negara, termasuk Indonesia yang pada kuartal pertama pertumbuhan ekonomi masih 2,97%. Namun di kuartal kedua merosot hingga minus 5,32%. Untuk itu, Jokowi menekankan pentingnya reformasi fundamental dalam bekerja, kesiapsiagaan, dan kecepatan.

“Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kesehatan serta industri obat dan alat kesehatan harus diprioritaskan. Ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus kita tingkatkan secara besar-besaran,” ujar presiden.

iklan

Demikian pula halnya dengan ketahanan pangan. Dengan menjamin kelancaran rantai pasokan makanan dari hulu produksi sampai hilir distribusi, ke seluruh wilayah negeri. Presiden juga menyebut efisiensi produksi pangan, peningkatan nilai tambah bagi petani, penguatan koperasi dan metode korporasi petani akan terus ditingkatkan.

“Food estate, lumbung pangan sedang dibangun untuk memperkuat cadangan pangan nasional. Bukan lagi menggunakan cara-cara manual, tetapi menggunakan teknologi modern dan pemanfaatan kecanggihan digital. Bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga untuk pasar internasional,” jelasnya.

Sejalan itu, Jokowi menyebutkan Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara sedang mengembangkan food estate, yakni konsep pengembangan pangan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan. Termasuk membangun kemandirian energi melalui produksi bio solar B20 yang tahun ini dimulai B30 untuk menekan nilai impor minyak.

Di RAPBN 2021, Presiden menyampaikan arah kebijakan terkait percepatan pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi dan daya saing ekonomi. Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital serta keempat memanfaatkan sekaligus mengantisipasi perubahan demografi.

Dari sektor pendidikan, anggaran tahun depan direncanakan sebesar Rp549,5 triliun atau 20% dari APBN. Fokusnya untuk peningkatan SDM, kemampuan adaptasi teknologi, peningkatan produktivitas melalui pengetahuan ekonomi di era industri 4.0.

“Pemerintah akan reformasi pendidikan melalui transformasi kepemimpinan kepala sekolah, transformasi pendidikan dan pelatihan guru, mengajar sesuai tingkat kemampuan siswa, standar penilaian global serta kemitraan daerah dan masyarakat sipil,” tambahnya.

Senada itu, Gubsu didampingi Sekdaprovsu Dr Hj R Sabrina mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang mempercayai Sumut untuk program pengembangan pangan terintegrasi. Selain itu, berbagai proyek strategis nasional juga telah dilaksanakan, seperti pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan